Yogyapos.com (KLATEN) - Pemerintah Kabupaten Pemalang Jawa Tengah melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Klaten guna membahas pengadaan beras untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), di Ruang Rapat B2 Kantor Bupati Klaten, Senin (06/12/2021).
Wakil Bupati Klaten, Yoga Hardaya menyampaikan bahwa sebagian besar mata pencaharian masyarakat Kabupaten Klaten dengan mengolah lahan pertanian dan terkait dengan pengembangan pengadaan besar untuk ASN yakni beras rojolele Srinuk yang merupakan varietas baru padi Rojolele. Srinuk merupakan hasil kerjasama pemerintah daerah Kabupaten Klaten dengan Badan Tenaga Nuklir atau Batan sejak tahun 2013.
Ia juga menyampaikan Srinuk memiliki unggulan yaitu lebih tahan hama daripada varietas yang lama, padi ini juga hanya membutuhkan 105 hari untuk memasuki masa panen, sementara varietas yang lama bisa memakan waktu 160 hari. Dari segi ukuran padi Rojolele Srinuk lebih pendek dari varietas lama sehingga tahan roboh.
“Alhamdulillah saat ini pemerintah kabupaten Klaten melaui dinas terkait, berhasil memperluas jaringan pemasaran produk unggulan daerah salah satunya produk hasil pertanian yang dipromosikan saat ini adalah beras Rojolele Srinuk” ungkapnya.
Ia juga menegaskan dengan dukungan instruksi Bupati Klaten No.1 tahun 2021 tanggal 16 Juni Tahun 2021 melalui pengelolaan PT. Aneka Usaha Kabupaten Klaten. Beras Rojolele Srinuk sudah mulai memasarkan bagi kalangan ASN Kabupaten Klaten.
“Mudah-mudahan tidak hanya di kalangan ASN Kab Klaten saja tetapi beras rojolele bisa meluas ke daerah lain. Sehingga nantinya bisa menggaungkan beras Rojolele merupakan ikon yang melegenda di Kabupaten Klaten” ungkapnya
Hadir dalam kunjungan tersebut Bupati Pemalang Sekda Kabupaten Pemalang, Dirut PT Aneka Usaha Kabupaten Pemalang, Kepala Inspektorat Pemalang, Kepala Bappeda Pemalang dan jajaran lainnya.
Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo menyampaikan karena Klaten sebagai salah satu penyangga pangan Jawa Tengah bahkan lumbung padi nasional dan Termasuk pemalang juga lumbung padi jawa tengah.
“Namun banyak permasalahan yang kami lihat di kabupaten pemalang, justru itu kami hadir untuk tahu lebih banyak termasuk adanya penjualan beras PDAU (Perusahaan Daerah Aneka Usaha) untuk ASN. Karena dipemalang belum diterapkan ASN membeli beras dari lokal sendiri dan permasalahan-permasalahan dengan padi di permasalahan masih kompleks,” ujarnya.
Ia juga mengatakan karena persamaan geografisnya, Klaten dan Pemalang diantara dua kota besar. Ingin nantinya seperti Klaten yang bisa memanfaatkan posisi dengan baik.
“Dengan adanya tujuan kami kemari ke Kabupaten Klaten,ingin tahu banyak dengan permasalahan-permasalahan yang ada dengan solusi yang ada. Ini bisa direplikasi di Kabupaten Pemalang, sehingga pemalang ada perubahan dan peningkatan” pungkasnya. (Arifin)
