Kunjungi Yon TP 443 Wonosobo, Danrem Ajak Prajurit Jadi 'Satria Petarung' Tangguh

share on:
Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono SSos MSi MSc, melaksanakan kunjungan kerja ke Marshaling Area Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP 443) Satria Rakai Pikatan di Kecamatan Bejen Kabupaten Wonosobo, Kamis (2/7/2026)

Yogyapos.com (WONOSOBO) - Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono SSos MSi MSc, melaksanakan kunjungan kerja ke Marshaling Area Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP 443) Satria Rakai Pikatan di Kecamatan Bejen Kabupaten Wonosobo, Kamis (2/7/2026).

BACA JUGA: Operasi Spam Judol Meluas Lintas Platform, Sasar Influencer Daerah

Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung kondisi pangkalan, kesiapan operasional satuan, sekaligus memberikan pengarahan (Jam Komandan) kepada seluruh prajurit.Kamis(2/7/2026) 

Setibanya di Marshaling Area Batalyon, Danrem 072/Pamungkas beserta rombongan disambut langsung oleh Wakil Komandan (Wadan) Yon TP 443 Satria Rakai Pikatan Kapten Inf Andreansyah ST Han bersama jajaran perwira dan seluruh prajurit.

BACA JUGA: Libur Sekolah Dongkrak Penumpang, KAI Commuter Tambah Empat Perjalanan

Ia kemudian memeriksa sejumlah fasilitas pangkalan, sarana prasarana pendukung latihan, hingga kesiapan personil dalam mendukung tugas pokok Komando Atas, khususnya dalam dimensi teritorial dan pembangunan wilayah.

Danrem 072/Pmk menjelaskan, Yonif TP 443/Satria Rakai Pikatan merupakan bagian penting dari keluarga besar Korem 072/Pamungkas, yang saat ini membawahi 10 Kodim di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Eks-Karesidenan Kedu.

BACA JUGA: Waaster Kasad Bidang Binter Pimpin Rakernis TMMD ke-129, Diikuti Danrem 072/Pmk

"Sebagai pimpinan, saya memiliki kewajiban dan tanggung jawab penuh untuk meninjau serta memastikan kondisi prajurit di Yonif TP 443 ini, sekaligus memberikan dorongan moril di tengah proses pembangunan batalyon yang sedang berjalan," ujar Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono.

BACA JUGA: Haji 2026 Tuntas, Menhaj Perkuat Layanan Haji ke Depan

Di hadapan para prajurit, Danrem mengungkapkan bahwa nama Satria Rakai Pikatan merujuk pada tokoh sejarah abad ke-6 yang berhasil menyatukan Kerajaan Buddha (Dinasti Syailendra) dan Kerajaan Hindu (Dinasti Sanjaya).

BACA JUGA: Di UNJ, Menteri LH Ajak Kampus Jadi Simpul Gerakan Nasional Pendidikan Pengelolaan Sampah

"Kata 'Pikatan' memiliki makna mengikat atau menyatukan. Oleh karena itu, kalian sebagai prajurit Satria Rakai Pikatan harus mampu menjadi motor pemersatu bangsa, khususnya dalam mengikat sinergi dan menjaga kondusivitas di tengah masyarakat Kabupaten Temanggung," tegas Danrem.

Lebih lanjut, Danrem menyebut pangkalan Yonif TP 443 di Desa Selosabrang ini sebagai 'Miniatur Indonesia'. Hal ini dikarenakan para prajurit yang berdinas di tempat tersebut berasal dari berbagai suku dan daerah di seluruh pelosok tanah air. 

BACA JUGA: Ratusan Mahasiswa UAJY Bergerak Menuju Lokasi KKN di Gedangsari Gunungkidul

Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono juga mengingatkan seluruh prajurit untuk senantiasa menjaga kehormatan diri dan keluarga dengan menjauhi segala bentuk pelanggaran hukum maupun disiplin. Ia menekankan pentingnya rasa syukur atas profesi yang telah diraih saat ini.

BACA JUGA: Bupati Harda Kisawaya Melepas 303 Pegiat Kormi Sleman Menuju Forda DIY

"Tanamkan rasa syukur yang mendalam di dalam hati. Ingat, di luar sana masih banyak rekan-rekan kalian yang berjuang dan bermimpi ingin menjadi tentara namun belum mendapatkan kesempatan. Saat ini, negara telah menjamin kesejahteraan kalian dengan penghasilan yang layak, bahkan jika dibandingkan dengan Upah Minimum Regional (UMR), pendapatan kalian masih berada di atas rata-rata. Jangan sia-siakan hal ini," pesannya.

BACA JUGA: Upacara HUT ke-80 Bhayangkara di Mapolda DIY, Kapolda Bacakan Amanat Presiden

Pimpinan tertinggi Korem 072/Pmk tersebut juga meminta prajurit untuk selalu mengingat perjuangan orang tua. "Mencari pekerjaan di masa sekarang tidaklah mudah. Ingatlah bahwa kalian adalah kebanggaan orang tua dan keluarga. Setiap kali kalian akan bertindak, ingatlah wajah mereka. Keberhasilan kalian adalah kebahagiaan tertinggi bagi orang tua," tandasnya.

BACA JUGA: Menteri Jumhur Ungkap Potensi Perdagangan Karbon Indonesia Capai Ribuan Triliun

Menutup arahannya, Danrem 072/Pmk menginstruksikan agar seluruh prajurit memegang teguh jati diri TNI yang lahir dari rakyat dan berjuang untuk rakyat. Sinergi dan kerja sama dengan masyarakat lokal harus terus dipupuk.

"Jangan pernah menyakiti hati rakyat. TNI lahir dari rakyat, maka kita wajib melindungi dan membantu mereka. Kalian harus menjadi 'Satria Petarung' yang tangguh, tabah menghadapi segala dinamika tugas, dan cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar," pungkas Danrem.

BACA JUGA: Wakasad Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa Hadir di Akmil, Begini Pesannya

Dalam kunjungan kerja tersebut Danrem 072/Pamungkas juga melaksanakan makan malam dan sholat berjamaah bersama unsur perwira dan seluruh prajurit Yon TP 443 Satria Rakai Pikatan. 

Turut hadir dalam kegiatan diantaranya Kasrem 072/Pamungkas, Para Kasi Korem 072/Pamungkas, Dandim 0706/Temanggung, Ketua Persit KCK Koorcabrem 072 PD IV/Diponegoro beserta pengurus. (*)


share on: