Laba 2019 Tembus Rp 1,2 M, PDAM Bantul Tingkatkan Pelatihan

share on:
Para karyawan PDAM Bantul peserta pelatihan wawasan, ketrampilan dan manajemen, di Hotel KJ, Sabtu (28/11/2020) || Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Menghadapi tantangan zaman, Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) atau Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Projotamansari Kabupaten Bantul bertekad selalu meningkatkan kapasitas para pegawainya melalui pelatihan-pelatihan. Sehingga ke depan mereka sanggup melakukan pelayanan yang optimal sesuai kebutuhan masyarakat.

Tekad ini disampaikan Direktur Perumda Tirta Projotamansari Bantul Arinto Hendro Budiantoro di sela berlangsungnya pelatihan pegawai, di Hotel KJ Jalan Parangtritis Yogya, Sabtu (28/11/2020). Pelatihan bekerjasma dengan ESQ Leadership Center ini berlangsung sejak Jumat (27/11/2020), diikuti 200-an peserta.    

“Untuk mewujudkan itu, maka kami mengadakan traning peningkatan kapasitas para pegawai dalam menghadapi tantangan, termasuk di era pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Diungkapkan, pelatihan kali ini mencakup peningkatan wawasan, ketrampilan dan etos kerja karyawan maupun manajemen agar lebih berkualitas dan mampu menajawab tantangan yang dihadapi PDAM dalam era pandemi Covid-19. Selain itu acara ini juga bisa bermanfaat untuk menjalin kekaraban dan hiburan bagi seluruh jajaran perusahaan.

Para karyawan yang ikut dalam traning ini mendapatkan sertifikat/piagam  sebagai salah satu ujud apresiasi dari perusahaan dan memotivasi mereka.

PDAM, papar Arinto, berobsesi sanggup memberikan pelayanan yang lebih baik kepada konsumen (masyarakat). Pelayanan ini diantaranya melalui unit kerja yang ada, termasuk pelayanan sistem online.

“Sebenarnya upaya ini sudah dilakukan sejak lama. Salah satunya bahwa pada tahun 2019, kami hanya mentargetkan jumlah pelanggan sekitar 2.500 tetapi realisasinya hingga kini mencapai sekitar 2.828 sehingga total sekarang mencapai 36.000 pelanggan,” jelasnya.

Ditambahkan, pada tahun yang sama, perusahaan memeroleh laba sekitar Rp 1,251 Milyar. Dengan laba sekian itu bisa menyumbangkan Pendapat Asli Daeeah (PAD) sekitar Rp 688 juta.

“Nah dengan peningkatan kapasitas karyawan melalui pelatihan kali ini diharapkan perolehan laba dan PAD bisa bertambah,” harap Arinto. (Supardi)

 

 

 

 


share on: