Yogyapos.com (YOGYA) - Penyanyi pop Jawa Sunyahni membangun rumah tangga dengan Khocil Birawa. Tentu saja informasi tersebut hanya guyonan. Di atas panggung seni Taman Budaya Yogyakarta, Rabu (10/7/2024) pukul 17.00 WIB, mereka duet menyanyikan lagu ‘Aku Pengin Karo Kowe, Mas’. Penonton pun bersorak meriah menyaksikan performance mereka yang kocak.
“Sebabe apa aku kon seneng karo Mas Khocil? Mas Khocil kuwi pinter golek dhuwit. Wingi takcul keneng Prambanan, oleh dhuwit akeh…,” canda Sunyahni.
BACA JUGA: Sekeluarga Terseret Ombak Parangtritis, Tiga Orang Selamat dan Dua Lainnya Tewas
Lalu Khocil pun menyahut, “Selak ijo… selak ijo…” Maksudnya, area lampu merah di Prambanan sering dijadikan tempat mangkal para waria.
Khocil sore itu mengajak penonton berimajinasi seakan menyaksikan dia ngamen di area lampu merah itu. Selain penampilan Sunyahni dan Khocil, panggung Gelar Seni Tradisi Pasar Kangen juga dimeriahkan oleh sejumlah perempuan penyanyi yang tergabung dalam grup Gank Blero, antara lain Harin Sumonah, Rika Anggita, Luwi Darto, dan Vicha Nur Aini.
BACA JUGA: Hakim Eman Sulaeman Kabulkan Praperadilan Pegi Setiawan, Penetapan Tersangka Tidak Sah
Penampilan Orkes Keroncong 'Sakpenake' Yogyakarta asuhan Khocil Birawa itu juga dilengkapi dengan lagu manca negara dari Beatles oleh Ismanto Wahyudi.
Orkes Keroncong Sakpenake didukung sejumlah instrumen,terdiri gitar melodi, cak, cuk, gitar ukelele, selo, gitar bas, dikolaborasi saxophone, kendang, dan kibor. Sedangkan personelnya, di antaranya Ari Tejo, Himawan, Lim Hans, Jiman, Ismanto Wahyudi, Wisnu Bagong, ataupun Ambi Amrullah.
BACA JUGA: Redy Apriyanta Terpilih Ketum Pengda Kickboxing Indonesia DIY
Mereka membawakan lagu pop Jawa yang sedangn gehits, diantaranya 'Koyo Jogja Istimewa', 'Nemen', 'Rungkat', 'Matur Nuwun' dan lagulainnya. Sunyahni pun membawakan lagu karya sendiri, berjudul 'EsokEnjang Sore Sonten', 'Lipak Libu', 'Aku Pengin Karo Kowe' dan lainnya.
Pasar Kangen TBY 2024 berlangsung 10 hari sejak tanggal 4-13 Juli 2024. Di area Pasar Kangen terdapat sejumlah stan, terdiri dari kerajinan, kuliner tradisional Nusantara, klitikan, batik atau pun alat pemintal bukan dari mesin. (R Toto Sugiharto)
