Laskar Walisongo Pundong Dukung Abdul Halim Muslih-Joko Purnomo

share on:
Suasana deklarasi Laskar Walisongo Pundong mendukung Abdul Jalim Muslih-Joko Purnomo || YP-Markaban Anwar

Yogyapos.com (BANTUL) - Pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih-Joko Purnomo (AHM-JP) mendapat dukungan resmi dari Laskar Walisongo Pundong.

Keputusan mendukung AHM-JP disampaikan oleh juru bicara Laskar Walisongo Heriyadi, dalam pertemuan para tokoh Nahdlatul Ulama (NU) se-kecamatan Pundong di Nglembu, Panjangrejo, Pundong, Bantul, Senin (10/8/2020) malam.

Pimpinan Pondok Pesantren An-Nur Ngrukem Kiai Yasin Nawawi, yang ikut hadir dalam pertemuan tersebut mengimbau warga Nahdliyin Pundong untuk berperan aktif dalam upaya memenangkan Abdul Halim Muslim dalam Pilkada Bantul 2020.

“Kalangan pesantren dan Kiai-kiai NU di Bantul telah sepakat dan menyatakan sikap mendukung Abdul Halim Muslih sebagai Bupati Bantul,”

Tegasnya.

Untuk itu, tandas dia, sebagai warga Nahdliyin harus bersatu, merapatkan barisan mengikuti para ulama mensukseskan Abdul Halim Muslih menjadi Bupati Bantul.

Dalam sambutannya, KH Abdul Halim Muslih menuturkan, dukungan Nahdliyin Pundong kepada AHM-JP, sangatlah penting bagi kiprahnya menegakkan dan mengamalkan politik Islam yang moderat.

“Dalam konteks sosial politik ada gerakan Islam radikal yang diusung oleh kalangan Wahabi dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) berusaha mengubah bentuk negara kita dengan mengusung khilafah, gerakan ini berbahaya karena bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945,” ujarnya.

Bahkan di Bantul pada tahun 2017 yang lalu, kelompok HTI ini pernah akan menggelar tabligh akbar Khilafah Kewajiban Syar’i di Masjid Agung Manunggal. “Saya yang kebetulan bagian dari Pemerintah Bantul kala itu dengan tegas tidak memberikan rekomendasi penyelenggaran acara tersebut.”

Ini artinya apa? Politik dan kekuasaan itu penting untuk diisi oleh orang-orang yang memiliki komitmen menjaga NKRI, dan saya kira Nahdlotul Ulama adalah golongan yang sedari awal ikut mendirikan Indonesia dan tetap setia menjaga keutuhan negara ini,” tuturnya.

Abdul Halim mengingatkan, jangan sampai kelompok Islam radikal menduduki akses pemerintahan di Bantul. Kita sama-sama paham bahwa kaum Wahabi dan HTI adalah golongan yang suka mengkafirkan kelompok lain yang bukan kelompok mereka.

“Wahabi-HTI suka-nya membid’ah-kan amalan-amalan orang-orang NU. Kelompk ini harus kita hadang, kita lawan,” katanya.

Dalam politik, lanjut dia, kadang mesti berlawanan dengan kelompok yang berbeda, perlu penyesuaian karena banyak kepentingan. Namun, itu keadaan yang siap tidak siap harus dilalui.

“Makanya, saya nyadhong (minta) restu dan dukungan kepada para kiai, tokoh-tokoh NU, juga semua ‘sedulur’ yang hadir dalam majelis ini untuk bersatu dan menyukseskan Halim-Joko dalam pilkada Bantul,” terang Abdul Halim Muslih.

Sementara itu, Koordinator Laskar Walisongo Pundong Achat Farmadi, usai acara deklarasi AHM-JP menjelaskan bahwa Laskar Walisongo merupakan gabungan anak-anak muda NU dari desa Panjangrejo, Srihardono, dan Seloharjo, yang berupaya menyatukan politik jamaah nahdliyin dalam menghadapi pemilihan Bupati Bantul yang dihelat Desember 2020 mendatang. (Markaban Anwar)


share on: