Yogyapos.com (BANTUL) - Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sodaqoh Nahdlatul Ulama (LazisNU) Kabupaten Bantul bertekad memaslahatkan umat melalui upaya secara bersama dengan berbagai pihak.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua LazisNU Kabupaten Bantul, Mahmadin, pada Rapat Kerja Cabang NU Care - LazisNU Kabupaten Bantul masa Khidmat 2019/2024, di Munthok Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul, Kamis (29/10/2020).
“Tekad untuk optimalisasi melalui lembaga ini adalah untuk kemandirian jam'iyah (warga NU) dan umat. Di tingkat kecamatan di Bantul (sebanyak 17) sudah terbentuk LazisNu yang kesemuanya sudah ada perijinanannya. Semua tingkat kecamatan juga sudah bekerja. Caranya diantaranya melalui pengumpulan koin melalui koin NU sejak lama. Ini hasilnya cukup besar, namun perlu peningkatan kinerja,” kata Mahmudin.
Menurutnya, meski itu semua juga banyak kendala dan masalah, namun yang sudah tergarap ada sebanyak 42.000 Kepala Keluarga (KK) pada tahun 2019 . Mengelola 42.000 KK memerlukan keamanahan bersama. Selain itu juga dibutuhkan edukasi dari kegagalan dan keberhasilan yang telah terjadi. Peningkatan kinerja ada dua sayap pengembangan (franchises) dan kedua pentasarufan (perhitungan dan pengalokasian) dengan tepat sasaran. Ini tujuannya agar seimbang sehingga kepercayaan masyatakat kepada LazisNu semakin meningkat.
Sementara itu Wakil Ketua PC NU Kabupaten Bantul, Dr H Habib Kamil menawarkan perubahan nama LazisNU dengan yang lebih praktis dan pendek sehingga lebih mudah difahami.
"Untuk peningkatan kinerja LazisNU perlu adanya program digitalisasi dalam pengelaoaannya. Hal itu sebagaimana klik untuk mengambil pulsa. Pengambilan koin juga diperlukan cara itu. Kini sudah ada orang bernama Arif yang mengembangkan usaha dengan sabun cair (literan) ds membuat buku bumu NU yang memang sudah digunakan oleh masyatakat. Ini terobosan baru meski Arif dulunya belajar di LazisNU Bantul,” ungkap Habin Kamil.
Pada kesempatan sama, Ketua Syruiah PC NU Bantul, KH Damanhuri menyatakan, potensi di NU yang bisa untuk memberdayakan umat sejak dulu potensial. Maka perlu adanya peofesionalisme yang dilakukan oleh LazisNU. Inilah yang sudah dilakukan, namun masih perlu ditingkatkan. (Supardi)
