Laziznu Bantul Salurkan Santunan kepada Anak Yatim dan Difabel

share on:
Penyerahan santunan anak yatim dan difabel melalui Upiznu || YP-Markaban Anwar

Yogyapos.com (BANTUL) – Laziznu Kabupaten Bantul menyalurkan santunan kepada anak yatim dan difabel. Penyerahannya dilakukan setelah melalui koordinasi Ketua Unit Pengumpul Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) dari 17 kapanewon se-Kabupaten Bantul

Ketua LAZISNU Bantul, H Choiron Marzuki, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa total dana yang disalurkan mencapai Rp 21 juta. Dana tersebut berasal dari tiga sumber utama, yakni: zakat dan sedekah pegawai Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bantul, zakat dari para pemegang saham NUMart Bantul, serta para munfiq dari program KOIN NU Digital.

BACA JUGA: Program 'Sleman Plus Plus' Selarah dengan ' UTY Berdampak'

“Sebagian besar dana berasal dari para pegawai Kemenag Bantul. Ini menjadi bukti nyata kepercayaan yang terus tumbuh kepada LAZISNU dalam mengelola dan menyalurkan dana umat,” ujar Choiron.

Perwakilan dari masing-masing Upiznu || YP-Markaban Anwar

Ia juga menjelaskan bahwa KOIN NU Digital merupakan program terbaru berbasis aplikasi yang terintegrasi melalui NU Online Super App, sebagai bagian dari transformasi digital layanan zakat NU Care-LAZISNU.

BACA JUGA: Kapolres AKBP Novita Eka Sari Peduli, Salurkan Air Bersih dan 60 Bis Beton

Dana tersebut akan disalurkan kepada 140 anak yatim dan penyandang disabilitas yang tersebar di 17 kapanewon, melalui koordinasi langsung oleh para Ketua UPZISNU di tingkat kapanewon.

Silaturahmi di PCNU Bantul || YP-Markaban Anwar

Wakil Ketua PCNU Bantul, H Shobir Hatimi, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Kemenag Bantul kepada LAZISNU. Menurutnya, hal ini bentuk kepercayaan publik atas tata kelola dana zakat yang transparan dan amanah.

BACA JUGA: Refleksi Hari Anak Nasional: Ironi Digital, dari Lapangan ke Layar

“Penyaluran dana kepada para mustahik, golongan penerima zakat, infak, dan sedekah, harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Para Ketua UPZISNU kami minta untuk mentasyarufkan kepada yang benar-benar berhak, disertai dokumentasi dan laporan administrasi yang rapi dan akuntabel,” tegas Shobir.

Pertemuan pagi itu tak sekadar menjadi ajang distribusi dana, melainkan juga wujud nyata dari sinergi antara lembaga keagamaan dan pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan sosial berbasis semangat gotong royong dan kemandirian umat. (Markaban Anwar)

 


share on: