Lions Club Yogya Centennial, Bersama Menjaga Kesehatan Mata

share on:
Secara simbolis, Presiden LCY Centennial Anggit Pramugari dan Camat Dlingo Denny Ngajis Hartono membuka acara baksos ‘Mataku Jendelaku’

Yogyapos.com (BANTUL) - Kecamatan Dlingo adalah wilayah perbukitan di ujung timur Bantul yang berbatasan dengan Paliyan Gunungkidul. Di kecamatan ini ternyata banyak warganya yang mengalami gangguan penyakit mata. Merespon fenomena tersebut, Lions Club Yogya (LCY) Centennial melakukan baksos di Pendopo Kecamatan Dlingo Bantul, Kamis (31/10). Acara pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis ini diikuti sekitar 150 pelajar SD dan SMP di wilayah Dlingo.

Presiden LCY Centennial Anggit Pramugari mengatakan, ini adalah program dari pusat yang mengagendakan pada bulan Oktober untuk concern terhadap pemeriksaan mata.

“Spirit yang kami usung adalah: Matakau Jendelaku. Sebetulnya ini agenda tahun lalu, namun belum tereksekusi. Baru sekarang bisa direalisasikan. Kami juga menggandeng Muspika Kecamatan Dlingo, RSUD Panembahan Senopati Bantul dan Optik Yogya. Dengan adanya pemeriksaan mata dan pemberian kacamata ini, kami berharap angka penyakit mata bagi kalangan pelajar di wialayah Dlingo bisa menurun,” kata Anggit Pramugari.

Camat Dlingo Denny Ngajis Hartono ditemui sela kegiatan mengaku berterimakasih banyak kepada pihak LCY Centennial yang telah membantu para pelajar yang mengalami gangguan pada mata. “Kami sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan LCY Centennial. Hal ini sangat membantu dan bermanfaat bagi para pelajar di wilayah Dlingo. Upaya ini juga untuk menekan angka pelajar yang menggunakan kacamata. Semoga kerjasama ini terus berkesinambungan,” terang Denny.

Sementara itu Koordinator Acara, Januarti Mejeeda menambahkan, agenda baksos kali ini diikuti 150 pelajar dari 24 sekolah (SD dan SMP) yang tersebar di Dlingo. Mekanisme penjaringannya, pihaknya bekerjasama dengan Kecamatan Dlingo untuk mendata sekolah-sekolah yang mempunyai siswa yang mengalami gangguan mata. “Kami telah melakukan pemeriksaan awal kepada para pelajar pada minggu lalu. Hasilnya ada yang normal, ada yang harus memakai kacamata. Ada juga yang mengalami gangguan pada silinder. Dan pada hari ini, kami membagikan 17 kacamata gratis bagi para pelajar yang terindikasi. Pelajar yang lain kami beri obat tetes mata dan vitamin mata. Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Januarti didamping Lusi Evie. 

Sedangkan dr Sekar Setyawati SpM menyoroti soal banyakya pelajar saat ini yang keranjingan gadget dan game online. Hal tersebut bisa memicu gangguan pada mata. “Mata itu organ paling krusial. 80 persen setiap tindakan dan perbuatan kita menggunakan mata. Ayo jaga kesehatan mata kita dengan rajin mengkonsumsi buah dan sayuran. Hindari hubungan langsung yang memakan durasi lama dengan monitor, televisi ataupun gadget. Serta rutin melakukan pemeriksaan mata. Saat ini penyakit katarak tidak hanya menyerang para orangtua, juga bisa menjangkiti anak-anak usia produktif,” tandas dokter spesialis mata RSUD Panembahan Senopati Bantul ini. (Dol)

 

 

 

 


share on: