Yogyapos.com (SLEMAN) - Geliat olahraga bulu tangkis di Indonesia terus menunjukkan tren positif hingga di tingkat lokal. Hal tersebut terbukti pada ajang Satyaraga Jasindo Badminton Tournament.
BACA JUGA: Pertamina Patra Niaga Raih 4 Penghargaan di Indonesia WOW Brand 2026
Ajang bergengsi ini digelar di Lapangan Bulu Tangkis Padukuhan Lodoyong, Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, Sleman. Di sela kegiatan dilangsungkan peresmian fasilitas olahraga bernama Satyaraga Lodoyong Sport Center pada Jumat (17/4/2026).
Ketua Panitia penyelenggara, Rahmat Sujoko mengatakan, kegiatan menyajikan turnamen bulu tangkis dengan total hadiah jutaan rupiah, diikuti oleh 12 peserta antar padukuhan se-Kalurahan Lumbungrejo.
BACA JUGA: Lebih Berbahaya Wiji Thukul atau Saiful Mujani?
"Selain turnamen badminton yang selesai pada hari ini, ada juga berbagai aktivitas partisipatif seperti senam massal, fun games anak, hingga seremoni pembukaan fasilitas olahraga yang diharapkan menjadi pusat aktivitas warga," kata Rahmat.
Ia mengungkapkan, antusiasme warga dalam mengikuti kompetisi ini cukup tinggi, kegiatan ini dirancang bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ruang bertemunya warga lintas usia.
BACA JUGA: Indonesia Bukan Jalur Agresi! Gus Hilmy Desak Pemerintah Tolak Akses Bebas Pesawat Militer AS
“Kami ingin menghadirkan kegiatan yang bisa dinikmati semua kalangan, dari anak-anak hingga orang tua. Olahraga menjadi pintu masuk untuk mempererat kebersamaan,” imbuhnya.
Head of Protokol dan Hubungan Lembaga Asuransi Jasindo, Rahean Pridharma Wahyu, menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan nilai lebih dari sekadar olahraga.
BACA JUGA: Pencurian Gamelan di UGM, Polisi Buru Pelaku
“Kami melihat Satyaraga bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah membangun karakter dan kolaborasi. Semangat compete, contribute, dan collaborate harus terus hidup di tengah masyarakat,”kata Wahyu..
Ia juga menambahkan bahwa dukungan terhadap kegiatan berbasis komunitas merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan dampak sosial yang nyata.
BACA JUGA: Gratis! Mancawarni 2026 Siap Warnai Malioboro, Targetkan 5.000 Penonton
“Ketika masyarakat memiliki ruang untuk berkegiatan positif seperti ini, maka akan tumbuh energi kebersamaan yang kuat. Ini adalah fondasi penting bagi pembangunan sosial yang berkelanjutan,” lanjutnya.

Dengan total hadiah mencapai Rp 5 juta serta berbagai doorprize, panitia juga menyediakan pendaftaran gratis dan jersey bagi peserta sebagai bentuk dukungan terhadap inklusivitas olahraga.
BACA JUGA: Diresmikan, Jembatan Winongo di Sinduadi akan Berdampak Positif bagi Perekonomian
"Launching Satyaraga Lodoyong Sport Center menjadi penanda penting hadirnya ruang publik berbasis olahraga di tingkat desa. Ke depan, fasilitas ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, baik untuk pembinaan atlet lokal maupun kegiatan sosial kemasyarakatan," katanya.
BACA JUGA: Banyurejo Menuju Kalurahan Mandiri Budaya, Buka Peluang Pertumbuhan Ekonomi
Dukuh Lodoyong, Taufik Nur Afifuddin menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut di wilayahnya.
“Kami merasa bangga karena Padukuhan Lodoyong dipercaya menjadi tuan rumah. Kegiatan ini tidak hanya menghidupkan semangat olahraga, tetapi juga mempererat guyub rukun antarwarga,”tuturnya.
BACA JUGA: Sekda Sleman Kukuhkan 75 Kader Bela Negara di Donoharjo
Lurah Lumbungrejo, M Misbah Al Hakim, mengajak masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas tersebut secara berkelanjutan.
“Kami berharap seluruh warga dapat ikut memiliki dan merawat fasilitas ini, sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,”sebut Misbah.
BACA JUGA: Bupati Sleman Dorong Kolaborasi dan Kualitas Pedagang Pasar Godean
Diungkapkan, tren pembangunan sport center di wilayah pedesaan merupakan langkah strategis. Ketika fasilitas tersedia dan kegiatan rutin digelar, potensi atlet daerah bisa muncul.
"Selain itu masyarakat menjadi lebih sehat dan terhubung satu sama lain,”ujarnya. (Opo)
