Yogyapos.com (YOGYA) - Direktur Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (LPK) Sun Marino Indonesia, Ariyanto mengajak muda Milenial Indonesia untuk menjadi pahlawan devisa dengan cara menjadi crew kapal pesiar internasional.
"Peluang kerja crew kapal pesiar sangat besar. Tiap tahun dibutuhkan 16.000 crew untuk berbagai perusahaan kapal pesiar Amerika, Eropa, Asia," ujar Ariyanto di sela pembukaan pelatihan calon crew kapal pesiar di kantor Sun Marino Indonesia, Hotel Jogja Kembali Jalan KHA Dahlan, Yogyakarta, Senin (16/12).
Crew kapal pesiar dan para tenaga kerja Indonesia (TKI) lainnya, menurut dia, jangan dipandang sebelah mata. Tenaga kerja kapal pesiar internasional merupakan pekerjaan mulia karena memberi kontribusi besar terhadap devisa negara.
Mengutip pernyataan pejabat Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan dalam sebuah media massa, Ariyanto yang juga Dosen Akademi Pariwisata dan Perhotelan API Yogyakarta mengatakan kontribusi devisa dari pelaut nasional mencapai Rp 16 triliun per tahun dari 78.000 pelaut yang bekerja di kapal-kapal luar negeri. Ini lebih besar dari kontribusi devisa para TKW (tenaga kerja wanita) yang hanya mencapai Rp 3,4 triliun.
Berangkat dari itulah LPK Sun Marino Indonesia terus melakukan kampanye di masyarakat DIY dan seluruh Indonesia agar pemuda pemudi mau menjadi tenaga kerja profesional di luar negeri sebagai crew kapal pesiar. Dikatakannya, banyak yang diperoleh dari crew kapal pesiar, antara lain: gaji standar dolar mulai $ 700 hingga $8.000, keliling dunia, belajar berbagai bahasa asing, menimba pengalaman bertaraf internasional dan masih banyak lagi. "Keliling dunia yang mudah dan gratis itu ya hanya jadi crew kapal pesiar," ucap pria kelahiran Bojonegoro Jawa Timur itu.
Perusahaan kapal pesiar internasional jumlahnya mencapai puluhan dan masing-masing perusahaan minimal memiliki belasan kapal pesiar. Hal ini merupakan peluang bagus dan bisa menjadi solusi alternatif mengatasi pengangguran dan mengentaskan warga miskin.
"Kru itu tenaga profesional, terampil, ahli, dan mendapat penghargaan lebih dibanding TKI biasa, baik dari segi gaji, perlindungan hukum, jenjang karir, dan fasilitas lain seperti asuransi," katanya.
Oleh karena itu, lanjut dia, melalui Sun Marino Indonesia mengajak pemuda pemudi Indonesia untuk gabung dididik menjadi tenaga kerja profesional crew kapal pesiar. Sun Marino Indonesia menerapkan sistem program cepat untuk segera bekerja sebagai crew kapal pesiar maupun perhotelan. Sementara sebagai lembaga pelatihan, Sun Marino Indonesia sudah berusia 10 tahun.
Dalam menutup acara pembukaan Ariyanto berharap Pemerintah lebih memperhatikan tenaga kerja kapal pesiar karena mereka mampu menyumbangkan devisa dalam jumlah besar bagi negara. Selama ini, fasilitas yang diberikan kepada tenaga kerja atau kru kapal pesiar masih belum maksimal, terutama dalam pembiayaan mulai dari pelatihan hingga pemberangkatan ke luar negeri.
"Kami berharap pemerintah Indonesia memberikan kemudahan kepada masyarakat yang akan bekerja di kapal pesiar dan memberikan dana talangan bagi masyarakat yang ingin menjadi kru karena selama ini dana menjadi kendala utama," katanya. (Tor)
