Yogyapos.com (BANTUL) - Merebaknya paham dan aksi berlabel radikalisme membuat Madrasah Aliyah (MA) Unggulan Al-Imdad prihatin dan mengadakan semacam deklarasi anti radikalisme, di Aula MA Unggulan Al-Imdad, Guwosari Pajangan Bantul, Kamis (14/11) pagi.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Kabag TU Kanwil Kemenag DIY H Wahib Jamil, perwakilan Polsek Pajangan, Koramil Pajangan, Lurah Guwosari Kepala MA Unggulan Al-Imdad Durori SPdI MPd, serta sejumlah tokoh masyarakat. Deklarasi anti radikaslime ditandai dengan penyematan tanda tangan dari para tamu undangan, ke sebuah papan besar yang berada di samping aula.
Agenda lain dalam acara tersebut adalah peletakan batu pertama dalam pembangunan Labortaorium Komputer di MA Unggulan Al-Imdad. “Ini akan kami jadikan monumen jika kami menolak keras paham radikalisme. Sedangkan pembangunan lab komputer sebagai penunjang kegiatan belajar-mengajar di MA Unggulan Al-Imdad. Dengan dibangunnya lab computer, lalu dilanjutkan pemasangan internet akan memberikan cakrawala baru bagi siswa kami. Tentunya dengan monitoring yang berjenjang,” kata Durori kepada Yogyapos.com di sela kegiatan.
Durori menambahkan, dalam upaya menangkal radikalisme pihaknya memberikan pemahaman tentang Islam, Iman dan Ihsan kepada anak didiknya sejak dini dan secara kontinyu. “Pendekatan persuasif dan pola mendidik yang konstruktif juga sangat membantu pola pikir siswa yang logis dan rasional. Kami juga mempunyai tenaga pendidik yang mumpuni yang bertugas memonitor siswa, serta secara rutin melakukan penyortiran buku pelajaran. Isian dalam buku pelajaran harus kita cek secara rutin. Ada beberapa kasus terjadi, siswa terpapar radikalisme lantaran buku pelajaran,” jelas Kepala MA Unggulan Al-Imdad.
Sedangkan H Wahib Jamil menyatakan semoga MA Unggulan Al-Imdad mampu berkontribusi membangun Bangsa. “Di pundak para pelajar ini, kemajuan masa depan Indonesia. Dan Kanwil mempunyai tugas mengkaji kurikulum di madrasah setiap tahunnya. Kami selalu mendorong terciptanya iklim toleransi, Islam yang moderat, serta jauh dari segala unsur provokatif yang bisa memecah belah NKRI,” kata Kabag TU Kanwil Kemenag DIY. (Dol)
