Yogyapos.com (BANTUL) – Melalui ‘Gerakan Shodaqoh Sampah’, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kelompok VI.C.3 berinisiatif mengajak seluruh warga Padukuhan Sanggrahan Kalurahan Murtigading Kapanewon Sanden untuk dapat memanfaatkan dan mengelola sampah.
Program ini merupakan salah satu bentuk kerjasama yang telah disepakati antara Pemerintah Kabupaten Bantul dengan UAD, sebagai sebuah komitmen untuk mewujudkan wilayah Bantul bebas dari sampah pada tahun 2025.
Ketua Kelompok VI.C.3 KKN UAD, M Fikri Apriseshar mengatakan Gerakan Shadaqah Sampah di Padukuhan Sanggrahan sudah dilaksanakan pada 9 Agustus hingga 9 September 2022, dilakukan melalui metode pemasangan tiga kantong pilah pada tiap rumah warga. Sampah dikumpulkan dan dipilah, sampah yang memiliki nilai jual dimanfaatkan dan hasil penjualan dipergunakan untuk mendukung program-program di wilayah padukuhan.
“Dalam kegiatan sosialisasi warga sangat antusias mengikuti, termasuk dalam proses pemasangan kantong pilah sampah.Tak jarang warga malah meminta untuk dipasangkan di rumah tetangganya. Sampah yang di pilah secara umum dibagi menjadi 3 jenis yaitu plastik, kertas dan besi kaca,” jelas M Fikri Apriseshar, Kamis (14/9/2022).
Menurut dia, sampah bisa dikelola dengan baik sehingga sesuatu yang tidak bermanfaat akan menjadi sesuatu bernilai ekonomi tinggi, diawali pengelolaan pada tingkat rumah tangga, kemudian dilanjutkan ke pengelolaan ke tingkat lingkungan, seperti dengan mendirikan bank sampah atau sejenisnya.
“Program ini KKN yang di adakan di Bantul ini merupakan simbiosis mutualisme, dimana kami memberikan ilmu kepada masyarakat dan kami mendapatkan ilmu juga dari masyarakat. Adanya sosialisasi ini diharapkan warga Sanggrahan dapat memahami konsep program shadaqah sampah. Selain pengelolaan sampah, warga juga bisa menghasilkan pundi-pundi uang dari sini,” tutur dia.
Salah satu warga, Nenek Iwir mengungkapkan bahwa hasil dari program yang pengelolaan sampah yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN Kelompok VI.C.3 dapat dirasakan manfaatnya oleh warga.
“Alhamdlillah saya juga diberikan sembako dan anak saya sakit juga diberikan bantuan uang,” kata Nenek Iwir. (*/Opo)
