Yogyapos.com (BANTUL) - Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor strategis di Kabupaten Bantul yang memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Keanekaragaman obyek wisata alam, budaya/religius, dan minat khusus/buatan, juga didukung oleh pengembangan desa-desa wisata sebagai alternative tourism.
Hal ini mendukung terwujudnya Bantul sebagai destinas ipariwisata utama Indonesia yang bernuansa harmoni alam untuk kesejahteraan masyarakat. Inilah yang dipaparkan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul Kwintarto Heru Prabowo dalam pelatihan manajemen wisata di Aula Kelurahan Gadingsari, Sanden, Bantul belum lama ini.
Menurutnya banyak potensi wisata di Bantul yang ada diantaranya 14 titikpantai, pegunungan, goa, museum, kerajinan dan seni budaya. “Kabupaten Bantul berada pada urutan ke -10 Index Pariwisata se-Indonesia,” katanya.
Hal ini sejalan dengan isu strategis yang berkembang seperti adanya Bandara Yogyakarta International Airport, pembangunan jalur jalan lintas selatan, Masyarakat Ekonomi Asean dan pelestarian gumuk pasir. Oleh karenanya perlu langkah strategis dan aksi Dinas Pariwisata terkait kesiapan menyambut Yogyakarta yang berdaya saing dengan jalan peningkatan kapasitas bagi para pelaku wisata, optimalisasi destinasi melalui pariwisata berbasis masyarakat, memberikan penguatan bagi pengembangan pariwisata berbasis budaya serta kerjasama dengan pihak-pihak yang mampu mendukung pariwisata.
Pelatihan manajemen wisataini diikuti oleh 45 orang dari kelompok sadar wisata pantai Pandansari, pantai Dewaruci, pantai Goa Cemara dan merupakan salah satu rangkaian kegiatan Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D). PHP2D adalah kegiatan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan atau Lembaga Eksekutif Mahasiswa. PHP2D ini digelar oleh Himpunan Mahasiswa Matematika (Himatika) FMIPA UNY.
Menurut Ketua Kelompok PHP2D Himatika Hamdan Tsani mereka mengambil tema optimalisasi sumberdaya manusia dan potensi alam pantai Pandansari sebagai destinasi ekowisata dancamping ground berbasis protokol kesehatan Kalurahan Gadingsari karena melihat kurangnya antusiasme dari sumberdaya manusia yang ada terhadap pengelolaan Pantai Pandansari sebagai destinasi ekowisata.
“Oleh karenanya perlu adanya kesadaran dari masyarakat sekitar, Karang Taruna, dan Pokdarwis melalui Pelatihan Pengelolaan Wisata Pantai sehingga dapat menarik wisatawan untuk berkunjung,” kata Hamdan.
Tim PHP2D berupaya melakukan pengoptimalan dari segi fasilitas dan sumberdaya manusia dengan merancang beberapa kegiatan seperti revitalisasi dan perbaikan fasilitas serta pelatihan yang ditujukan untuk pengelola setempat.
Tim PHP2D Himatika terdiri dari Hamdan Tsani sebagai ketua dengan anggota Hadi Faisal Afif, AdiSetiawan, Hadi Faisal, Sarah Indira Febianca, Galang Sumantri, Zulfikar Isvahany, RM Nur Muhammad Rizky, Lilis Novianti, Riza Isna Khoirun Nisa, Mardhani Dwi Novianto M Abdullah, Ajrina Fauhan Salsabila, Sekar Sari Anggraeni dan Arda Khoira Syahrani Sabrina.
Menurut Hadi Faisal Afif selain sosialisasi juga ada beberapa kegiatan perbaikan dan penambahan fasilitas pantai, seperti penambahan meja, spot foto ayunan, mengecat bangku beton, penambahan fasilitas mushola, mengecat kamar mandi, dan sebagainya.
“Juga ada perbaikan dan penambahan fasilitas camping ground, pembuatan sarana sanitasi, spot foto, pengadaan barang camping seperti tenda dan matras,” katanya.
Selain pelatihan manajemen wisata juga dilaksanakan pelatihan publikasi, dan pelatihan protokol kesehatan untuk pengurus Pantai Pandansari. Adi Setiawan menambahkan tim PHP2D Himatika juga mengadakan kegiatan lain seperti mengaktifkan kembali jathilan yang ada di masyarakat. Kegiatannya berupa latihan, rapat membentuk kepengurusan baru, serta pentas jathilan untuk pembuatan video profil.
“Tidak hanya itu, kami juga membantu masyarakat untuk beberapa kegiatan yg berhubungan dengan dinas, seperti membantu membuatkan SK kelompok jathilan ke dinas kebudayaan,” katanya.
Kegiatan ini merupakan kegiatan keberlanjutan yang masih diteruskan oleh kelompok PHP2D Himatika. Lurah Gadingsari Mashuri sangat mendukung kegiatan mahasiswa FMIPA UNY. “Saya apresiasi kegiatan Himatika ini sejak sosialisasi, hingga pelatihan-pelatihan dan perbaikan serta penambahan fasilitas disini. Semoga bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Mashuri. (Dedy Herdito)
