Mantan Sekda Gendut Sudarto Ingin Tetap Gendut dan 'Menggendutkan' Bisnisnya

share on:
mantan Sekda Bantul Drs H Gendut Sudarto M MA || YP-Supardi

TETAP sehat dan bisa berkarya di lanjut usia merupakan kenikmatan yang luar biasa. Kondisi demikian didambakan setiap orang, tak terkecuali bagi mantan Sekda Bantul Dr Drs H Gendut Sudarto BSc MMA (68) masa Pemerintahan Bupati Drs H Idham Samawi dan Hj Sri Suryawidati.

Lelaki asal Lampung Tengah yang tinggal di Sorosutan Umbulharjo Kota Yogyakarta ini, kini tetap berolahraga agar sehat dan berkarya sebagai petani hijauan makanan ternak (HTM) berupa rumput Pakchong dan Gama Umami. 

“Saya memulai merintis budidaya rumput makan ini sejak Juni 2021, bersama adik-adik kami yang semuanya pensiunan. Hingga kini masih berupaya agar semakin berkembang dan semakin menguntungkan,” ujar Gendut, di lahan budidaya rumputnya, di Geblak, Kalurahan Bantul, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul, Sabtu (5/2).

Dengan penuh semangat, ia menjelaskan budidaya rumput ini menggunakan lahan sekitar dua hektar. Lahan didapat dengan cara menyewa tanah pelungguh Lurah, Kesra dan Dukuh Bantul selamaa kurun waktu dan harga sesuai kesepakatan. 

Berdasarkan pengalaman yang telah dialami selama ini, rumput sudah panen beberapa kali (4 kali). Masa tanam hingga panen yang pertama membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Sedanngkan masa tanam untuk panen kedua dan seterusnya butuh waktu 40 hari.

Setiap lahan seluas satu hektar menghasilkan rumput makan Pakchong dan Gama Umami sebanyak 40 ton. Harga jual sekitar Rp 750 per kg. Ini relatif menguntungkan karena biaya tanamnya terjangkau.

“Sekarang kami sedang mengupayakan agar per panen di atas lahan satu hektar bisa menghasilkan rumput 70 ton,” katanya. 

Pangsa pasar rumput yang sifat dan jenisnya lebih "memes" (halus dan lembut) dibandingkan dengan kalanjana ini meliputi pelanggan luar dan dalam DIY. Pelanggan DIY antara lain dari Gunungkidul. Sedangkan luar DIY Purwokerta dan Jawa Barat. Kini banyak pedagang hewan ternak sapi dan yang lainnya menggunakan rumput jenis itu. 

“Motivasi saya dalam usaha ini, karena sudah pensiun. Ya, tua itu suatu yang pasti terjadi. Sedangkan sehat dan berkarya merupakan pilihan. Meski sudah pensiun dan tua, saya ingin berupaya mendukung program pembangunan di Kabupaten Bantul kkususnya di sektor pertanian melalui bididaya rumput untuk mendukung peternakan. Selain itu juga ingin tetap ‘gendut’ melalui usaha yang gendut pula,” kelekarnya.

Perlu diketahui bahwa di Bantul sektor pembangunan yang menjadi fakusnya adalah peranian, parwisata dan imdustri UMKM.  Maka memerlukan dukungan masyarakat, satu diantaranya bidang peternakan melalui budidaya rumput makan Pakchong dan Gama Umami ini. (Spd)


share on: