Membangun Kualitas Ekosistem Pelayanan Pendidikan Perlu Sinergitas Semua Pihak

share on:
Ketua Panitia FDG Dr Sukiter MPd (tengah) disela kegiatan FDG || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) –  Transformasi pendidikan adalah proses yang terus berjalan serta memastikan bahwa perubahan yang dibuat relevan dan efektif dalam meningkatkan kualitas hasil capaian siswa. Transformasi pendidikan diartikan sebagai perubahan-perubahan yang dilakukan manusia dalam mempelajari dan mengembangkan kehidupan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang diwakili oleh Kadis Dikpora DIY, Didik Wardaya MPd saat menjadi keynote speaker Focus Group Discussion (FGD) bertemakan Sinergitas Membangun Kualitas Ekosistem Pelayanan Pendidikan Berbasis Gotong Royong, di Hotel Sahid Raya Yogyakarta, Senin(28/11/2022). Kegiatan diprakarsai oleh FKKSS DIY dengan dukungan konsorsium dari Bursa Latihan Inovasi Sekolah (BLIS).

“Sejak 2021, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi menghadirkan transformasi pendidikan melalui empat strategi yang bertujuan untuk memperbaiki sistem pendidikan dengan program merdeka belajar. Kepala Sekolah sebagai pemimpin perubahan sangat berperan dalam menentukan visi, misi serta arah dan target yang ingin dicapai sekolah, sekaligus sebagai penanggung jawab atas semua program dan kegiatan,” kata Sultan.

Lebih lanjut diungkapkan, suasana belajar yang menyenangkan inilah yang menjadi semangat dari kebijakan merdeka belajar. 

“Seluruh pihak berperan untuk menghadirkan lingkungan nyaman, aman, bahagia dan bebas dari tindakan-tindakan diskriminatif,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia FDG Dr Sukiter MPd mengatakan tujuan diadakan FDG antara lain untuk membangun peta jalan pendidikan menuju Indonesia Emas 2045, mendukung Hari Kebangkitan Teknologi Nasional, membangun kualitas ekosistem pelayanan pendidikan berbasis gotong royong, mengurangi kesenjangan digital di DIY.

”Serta meningkatkan sumber daya manusia yang bersenyawa di era digital dan memperkenalkan program sekolah Istimewa menuju Yogya berkarakter dan berbudaya,” sebut Sukiter.

Menurut dia, memasuki era 5.0 mengakibatkan semua bidang mengalami distruption, tidak terkecuali bidang pendidikan. Oleh karenanya penting bagi guru dan sekolah untuk meningkatkan kapasitasnya dengan menjalankan Smart Application Planning yang dapat meningkatkan dan melahirkan peserta didik yang mampu bersenyawa dengan era 5.0.

“Perubahan ini akan terasa berat jika dilalui sendiri, akan lebih ringan jika dilakukan bersama, gotong royong dan saling membantu, berkolaborasi dan saling mendukung, marilah kita bersatu padu, dalam sebuah program sekolah istimewa, menuju Yogya berkarakter dan berbudaya,” katanya.

Pada kesempatan ini, kata dia diperkenalkan pula Bursa Latihan Inovasi Sekolah, sebuah wadah inspirasi dan inovasi dengan gol program diantaranya membagikan aplikasi ekosistem pendidikan gratis, membangun pasar vokasi, launching seribu website lembaga pendidikan, pengusahan milennial, Yogyakarta Exhibition Siri Jelajah Indonesia, melakukan training of trainer kepada komponen ekosistem pelayanan pendidikan bertalenta digital dan rumah asesor.

“Sekolah perlu terus membuka diri terhadap perubahan, guru jangan segan beradaptasi dengan kebaruan, agar belajar menjadi proses yang menyenangkan, agar kreativitas terus ditumbuh kembangkan, siswa niscaya akan haus pengetahuan, ijazah takkan mengakhiri proses pembelajaran,” tuturnya.

Kegiatan FDG diikuti 250 peserta dari unsur Kepala Sekolah SMK, SMA dan MA negeri dan swasta dengan mengundang sejumlah narasumber, antara lain Direktur SMK Dr Wardhani Sugiyanto MPd, Kadis Dikpora DIY Didik Wardaya MPd, Ketua Dewan Pendidikan DIY Prof Dr Sutrisna Wibawa M Pd dan Pakar pendidikan DIY Prof Dr Suyanto MM.

Turut diundang pula, sejumlah pejabat struktural dinas Dikpora DIY, Kepala balai Dikmen kab/kota, Kepala balai Tekkomdik Yogyakarta, Kepala BLPT Yogyakarta, Kepala dinas kab/kota, Ketua PGRI DIY dan kab/kota, sponsorship dan Ketua PWI atau perwakilan media. (Opo)

 


share on: