Yogyapos.com (JAKARTA) - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate, memastikan pemerintah memperkuat layanan telekomunikasi untuk mengantisipasi terjadinya kenaikan traffic data selama libur Natal tahun 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru), karena itu masyarakat tidak perlu khawatir akan menemui kendala konektivitas selama libur Nataru itu.
“Besaran yang beragam bagi tiap-tiap operator seluler, kisaran kenaikan antara 3 hingga 17 persen,” ujar Menkominfo di Jakarta Pusat, pada Selasa (15/12/2022).
Menurut Menkominfo, kenaikan itu terjadi karena mobilitas masyarakat dan kepadatan di berbagai titik keramaian (point of interest) seperti di tempat wisata, pusat perbelanjaan, dan fasilitas transportasi publik di berbagai daerah.
Untuk mengantisipasinya, Kementerian Kominfo telah mendorong penyelenggara layanan telekomunikasi seluler memperkuat kapasitas dan kualitas jaringan agar layanan kepada masyarakat tetap berlangsung baik
“Kominfo mendorong penguatan kapasitas dan kualitas jaringan melalui penerjunan mobile BTS (base transceiver station) di lapangan, pengerahan personil untuk posko siaga dan drive test untuk optimasi jaringan serta pengawasan dan tindak lanjut gangguan jaringan melalui command center dan network operation center,” jelasnya.
Menkominfo memastikan tidak adanya kendala jaringan konektivitas saat libur Nataru karena adanya langkah antisipasi dari Operator Seluler Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti Telkomsel yang dari tahun ke tahun telah meningkatkan kapasitas internet gateway-nya secara nasional.
Pada Nataru 2021 kapastitas internet gateway Telkomsel ditingkatkan sebesar 6.880 Gbps, tahun 2022 sebesar 7.262 Gbps dan Nataru 2023 sebesar 9.212 Gbps.
“Sebagai perbandingan, pada hari biasa internet gateway Telkomsel sebesar 8.812 Gbps. Kapasitas ini mencakup seluruh jaringan Telkomsel termasuk jaringan fiber optic,” jelasnya.
Selain itu, Kementerian Kominfo juga melakukan monitoring sprektum frekuensi radio untuk memastikan penggunaan dapat berjalan dengan baik pada saat peak season arus komunikasi di saat menjalang Natal dan Tahun Baru.
“Secara rutin dilakukan oleh 35 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di seluruh Indonesia pada hari raya/besar (Natal dan Tahun Baru) dengan prioritas target frekuensi maritim marabahaya, penerbangan, pita seluler, dan juga radar cuaca,” tutur Menteri Johnny.
Menkominfo menegaskan bersama penyelenggara layanan telekomunikasi seluler berupaya menjaga ketangguhan jaringan konektivitas.
“Diupayakan seoptimal mungkin untuk mendukung kelancaran libur Natal tahun 2022 dan Tahun Baru 2023 mendatang,” pungkas dia. (*)
