Menteri ART Sofyan Djalil Dorong KBPII Bermanfaat bagi Umat

share on:
Menteri ATR Sofyan Djalil (kiri) saat memberikan paparannya dalam Diskusi Muktamar ke-6 KBPII || YP/Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil dalam diskusi yang digelar dalam rangkaian Muktamar ke-6 KBPII, Jumat (15/11) sore di Hotel Grand Keisha, menyoroti soal percepatan pengembangunan ekonomi dengan mendorong agar ormas Islam, membentuk wadah koperasi. Sofyan juga mendukung penuh jika Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia membentuk wadah koperasi yang dikelola secara professional dan transparan.

Menurut Sofyan, koperasi punya potensi besar dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat Indonesia. Apalagi potensi ini dikembangkan oleh ormas ataupun aktivis Islam.

“Ambil contoh Negara yang mayoritas penduduknya non muslim, koperasinya sangat maju. Seperti Norwegia, Belanda, Korea. Negara kita yang mayoritas Islam harus bisa mengikuti capaian negara-negara tersebut. Para aktivis Islam harus turun ke pedesaan membantu para petani dan nelayan dengan pemberdayaan dan mengembangkan koperasi. Mmebawa manfaat untuk kemajuan dan kekuatan ekonomi umat,” ungkap pria asal Aceh ini.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri ATR juga menjelaskan tentang program Bank Tanah dan Reformasi RUU Pertanahan. Tujuan besar reformasi agraria adalah agar lahan-lahan terlantar yang tersebar di Indonesia diberkan hak gnanay akepada masyarakat. Karena itu pihaknya mendorong agar ormas Islam dan KBPII ikut membantu emerintah dalam mengelola lahan-lahan terlantar melalui pembentukan wadah koperasi.

“Revolusi Industri 4.0 akan menentukan keberhasilan sebuah Negara dalam mengelola Sumber Daya Alam (SDA) serta Sumber Daya Manusia (SDM). Tantangan perbaikan di sector pertanian dan nelayan menjadi PR kita bersama. Para aktuivis Islam juga harus bergerak mencari solusi. Perubahan teknologi sangat cepat sekali dan telah mengubah tatanan kehidupan social. Saya berharap banyak kepada para kader PII untuk bias memberikan value kepada masyarakat. Kader PII harus kreatif, inovasi dan mengimprovisasi diri dan bermaslahat bagi umat,” pungkas Sofyan Djalil. (Dol)

 

 

 

 


share on: