Yogyapos.com (JAKARTA) - Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Mohammad Jumhur Hidayat mengungkapkan potensi bisnis perdagangan karbon RI mencapai ribuan triliun rupiah.
BACA JUGA: Kejati DIY Tahan Eks Jogoboyo Condongcatur di Lapas Kelas II A Yogyakarta, Reno Ikut Dijerat
Ia optimis perdagangan karbon RI akan ramai dan jadi potensi bisnis besar. Perdagangan karbon merupakan salah satu dari pendanaan pihak swasta untuk pengurangan emisi atau Nationally Determined Contribution (NDC).
"Kita ada 6 sektor tingkat kementerian yang bisa memperdagangkan karbon. Yakni, Kementerian Kehutanan, ESDM, Perindustrian, Pertanian, Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)," kata Menteri Jumhur saat jadi narasumber utama acara Investor Daily Round Table: Green is The New Growth: Orkestrasi Pengelolaan Lingkungan & Pembiayaan Hijau untuk Pembangunan, di Main Hall BEI, Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
BACA JUGA: Reno Candra Sangaji Resmi Ditahan, Diduga Terlibat Korupsi TKD Condongcatur
Dijelaskan, enam sektor kementerian yang bisa memperdagangkan karbon ini akan terkoneksi dalam satu Sistem Registrasi Unit Karbon (SRUK) yang akan diluncurkan pada 9 Juli 2026 mendatang.
BACA JUGA: Gerindra: Evaluasi Latsarmil Jadi Momentum Perbaikan, KDMP-KNMP Tetap Dilanjutkan
"SRUK ini akan terkoneksi dengan bursa karbon. Karena saat ini para investor sudah pada menunggu, begitu kita launch lalu terkoneksi dengan bursa karbon maka mereka sudah bisa melakukan perdagangan karbon," lanjutnya.
Menurutnya, saat ini semua kementerian yang bertanggung jawab dalam perdagangan karbon sudah mempersiapkan tata cara untuk mengikuti perdagangan karbon. Namun nantinya ujung pencatatannya ada di KLH. Hal itu sudah diakui di dunia internasional, bahwa ujung penentu perdagangan karbon ada di Kementrian Lingkungan Hidup.
BACA JUGA: Pemkal Banyuraden Kini Punya Gedung Baru yang Representatif
"Jadi saat ini semua sedang bekerja ke arah sana, tanggal 9 Juli dimulai, nanti akan ada penjelasan. Launching SRUK akan dihadiri orang-orang yang terlibat langsung perdagangan karbon, pengambil keputusan, dan pelaku usaha. Semua akan kumpul di acara peluncuran SRUK. Nanti akan ada penjelasan lebih detail," ungkap Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat. (*/Tha)
