Yogyapos.com (BANTUL) - Terpilih kembali menjadi Lurah dalam Pemilihan Lurah (Pilur) 2020 Kalurahan Segoroyoso Bantul, Miyadiyana (50) mengangkat kedua tangannya sembari berdoa. Sesaat kemudian menundukkan muka, sepertinya melakukan dialog langsung dengan Yang Maha Kuasa.
“Ini amanah. Saya mohon kepadaNya agar selalu diberikan dalam kepemimpinan periode berikutnya, sehingga sanggup memajukan wilayah demi kesejahteraan warga,” ucap Miyadiyana kepada yogyapos.com, di rumahnya, Senin (28/12/2020).
Dalam Pilur yang berlangsung pada 27 Desember 2020 itu, Miyadiyana yang petahana ini menang mutlak, meraih 3.821 suara. Perolehan ini jauh lebih banyak dibandingkan pesaingnya, Saryanto, yang hanya sanggup mengumpulkan 966 suara.
Ayah dari dua putra ini sadar, bahwa jabatan yang diembannya bukan saja wajib dipertanggung jawabkan secara administrasi birokrasi. Tetapi juga dipertanggung jawabkan kepada Yang Maha Pengawas.
Karenanya, hal pertama yang akan dilakukan nanti saat mulai menjabat adalah melakukan penataan ulang demi perbaikan atau tertib administrasi. Langkah awal ini merupakan prasyarat tercapainya pelayanan yang transparan dan akuntabel.
Semuaya, kata dia, berawal dari niat baik. Seklanjutnya konsep maupun program kerja, serta realisasinya sesuai visi-misi yang dicanangkan. Untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan partisipasi aktif semua Pamong dan masyarakat. “Niat saya mengabdi. Tapi kalau tidak didasari konsep yang matang dan dukungan semua pihak di internal Kalurahan maupun masyarakat, maka sulit untuk mencapai tujuan mulia memajukan wilayah dan kesejahteraan warga,” terangnya.
Menurutnya, itu adalah prinsip Kesemuanya utuk dasar dalam meberdayakan semua sektor yang dilakukan oleh Pemerintah Kalurahan Segoroyoso.
Sektor tersebut yaitu ekonomi (perdagangan, industri termasuk yang dimungkinkan adalah BUMdes). Pariwisata dengan cara menggarap wisata. Sektor sosial budaya dan keagamaan sesuai dengan budaya dan kultur masyarakat Segoroyoso yang selama ini guyub dan rukun.
“Tak kalah penting adalah kesenian, olahraga dan kepemudaaan. Ketiganya saling terkait karena lebh banyak diandalkan para pemuda sebagai pelakunya,” katanya.
Miyadiyana bertekad, pasca pelantikan yang rencananya akan berlangsung pada 30 Desember 2020, dirinya segera mengadakan pertemuan koordinasi dengan semua Pamong. “Jadi, untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan. Nanti setelah pelantikan dan koordinasi dengan para Pamong, kami susulkan informasi berikutnya tentang skala prioritas kegiatanyang kami lakukan,” pungkasnya. (Supardi)
