Yogyapos.com (YOGYA) - Setelah melalui serangkaian penilaian, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 6 Bantul mampu menyisihkan dan meraih Juara 1 Lomba Madrasah Sehat Tingkat Provinsi.
Dalam lomba tersebut secara berturut-turut para peraih juara adalah Juara 1 tingkat MTs diraih oleh MTs Negeri 6 Bantul, Juara 2 MTs Negeri 7 Sleman, Juara 3 MTs Negeri 9 Gunungkidul, Juara Harapan 1 MTs Negeri 2 Kulonprogo, dan Juara Harapan 2 MTs Negeri 1 Yogyakarta.
Atas juara tersebut MTs Negeri 6 Bantul mendapat piagam, uang pembinaan, dan trofi juara dari Kanwil Kemenag DIY. Penyerahan trofi juara oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY Muntolib, pada Senin (19/9/2022), di halaman Kanwil Kemenag DIY.
Predikat sebagai madrasah sehat menjadikan citra madrasah semakin baik di masyarakat.
“Madrasah tidak lagi dipandang sebelah mata, tetapi menjadi destinasi utama pendidikan,” ujar Muntholib kepada yogyapos.com, Selasa (20/9/2022).
Sementara itu, Abd Suud menyampaikan bahwa para peraih juara I yang meliputi MIN 1 Yogyakarta, MTs Negeri 6 Bantul, dan MAN 1 Kulonprogo mewakili DIY maju lomba tingkat nasional. “Semoga DIY bisa menjadi juara di tingkat nasional. Selamaini DIY menjadi langganan juara untuk berbagai even lomba,” ujar Abd Suud.

Selain itu, Suud juga menyampaikan bahwa demi suksesnya perlombaan di tingkat nasional perlu melibatkan seluruh stakeholder terkait baik dari tingkat kabupaten maupun provinsi.
“Jadikan mitra seluruh stakeholder yang ada,” imbuhnya.
Memblow up keunikan dan keunggulan masing-masing madrasah juga merupakan hal yang penting. Demikian juga Fahrudin dari bidang Pendidikan Madrasah, mengingatkan akan pentingnya sanitasi, pelayanan kantin sehat, UKS, dan memunculkan inovasi program yang menunjang Madrasah Sehat.
Selain sambutan dari pejabat Kanwil Kemenag DIY, para juri lomba juga berkesempatan memberikan masukan kepada para juara.
Noorma Bunga Aniri dari Dinas Kesehatan DIY menyampaikan bahwa PHBS harus menjadi karakter. Selainitu, kemitraan lintas sektor Dinkes Kabupaten perlu dipererat. Pelibatan perusahaan besar juga perlu dilakukan untuk mewujudkan madrasah sehat.
Ririn Kuswarini dari Balai Dikmen Bantul menekankan, MTs Negeri 6 Bantul harus memperkuat citra madrasah dengan pendirian aula, kerjasama dengan pasar untuk akses jalan dan kesehatan, serta merumuskan program unggulan PHBS anak-anak santri melawan eksim, keterlambatan, dan lain sebagainya. Terakhir, Tejo dokter Kanwil Kemenag DIY mengatakan bahwa dalam perlombaan nasional juri yang terlibat berjumlah 11 orang. Peran siswa sangat dibutuhkan dan tidak ada guru yang mendampingi. (*/Spd)
