MTsN 9 Bantul Terapkan Sistem Pengajaran yang Menyenangkan

share on:
Potensi seni siswa menyemarakkan Hari Amal Bakti ke-11 MTsN 9 Bantul. Insert: Kepala MTsN 9 Bantul Nur Hasanah || YP/Fadholy

Yogyapos.com (BANTUL) - Serangkaian acara mewarnai peringatan Semarak Hari Amal Bakti (HAB) ke-11 (ulang tahun) Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 9 Bantul pada Sabtu (7/3) di komplek MTsN 9 Bantul, Wonocatur Banguntapan.

Mulai dari wisuda tahfidz, pasar rakyat, potensi wirausaha siswa, lomba adzan, lomba tahfidz Quran, melukis kaligrafi, lomba pengolahan limbah plastik, menulis puisi, fashion show, bakti sosial hingga menghadirkan potensi seni para siswa MTsN 9 Bantul. Dari data panitia, berbagai lomba ini diikuti 300 peserta dari SD/MI yang berada di wilayah Wonocatur Banguntapan Bantul.

Kepala MTsN 9 Bantul Nur Hasanah Rahmawati SAg MM ditemui yogyapos.com di sela acara mengatakan, HAB ke-11 ini juga menjadi penanda launching tagline ‘Happy Student Successful Masemba’ serta mensosialisasikan 9 program unggulan yang dimiliki MTsN 9 Bantul. “Spirit yang kami usung adalah menciptakan iklim yang menyenangkan bagi siswa/pelajar, hingga terwujudnya Masemba (Madrasah Tsanawiyah 9 Bantul) yang sukses. Selain memberikan edukasi pengetahuan umum, kami juga fokus ke sektor ilmu agama dan penanaman karakter sejak dini bagi siswa,” ujar Nur Hasanah yang juga turut mengundang Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslim, serta Kakanwil Kemenag Bantul Drs H Edhi Gunawan MPd.

Kegiatan ini juga menjadi ajang aktualisasi dari bagi para siswa di bidang kesenian dan kewirausahaan. Serta yang tak kalah penting adalah mengenalkan keunggulan MTsN 9 Bantul terhadap publik. MTsN 9 Bantul saat ini sedang concern melaksanakan giat prestasi. Baik akademik ataupun non akademik. Seperti ekstrakurikuler, potensi seni hingga memberikan pemberdayaaan kepada siswa cara pengolahan limbah plastik/sampah menjadi barang yang mempunyai nilai ekonomi.

Saat disinggung upaya apa yang dilakukan pihak madrasah terkait maraknya kasus kenakalan remaja dan kasus perundungan (bullying), Nur Hasanah pun dengan tegas menyatakan jika di MTsN 9 tidak pernah terjadi kasus perundungan. “Kami menerapkan sistem kegiatan belajar mengajar (KBM) yang menyenangkan, fun dan ceria. Antar siswa, guru dan lingkungan di madrasah dipupuk sikap santun dan saling menghargai. Dengan tumbuhnya karakter saling menghormati, bibit permusuhan ataupun kenakalan bias kami tangkal. Orangtua siswa pun merasa lega dan tidak khawatir,” pungkasnya. (Dol/Supardi)

 

 

 


share on: