Muhammadiyah Padeyan Gelar Shalat Idul Fitri di XT Square, Diikuti Ribuan Jamaah

share on:
Jamaah sholat Idul Fitri 1447 H yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pandeyan Umbulharjo Yogyakarta, di halaman Parkir XT Square, Jumat (20/3/2026)

Yogyapos.com (YOGYA) - Ribuan jamaah mengikuti sholat Idul Fitri 1447 H yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Muhammadiyah Pandeyan Umbulharjo Yogyakarta, di halaman Parkir XT Square, Jumat (20/3/2026). Sholat Idul Fitri dimulai pukul 6.40 WIB, dengan Imam dan Kotib Ustadz Ir H Azman Latif wakil Ketua PWM DIY.

BACA JUGA: Kapolri: Lakalantas Arus Mudik Lebaran 1447 H Mengalami Penurunan 40 Persen

Ustadz Ir H Azman Latif dalam khotbahnya menyampaikan pesan untuk menjaga kualitas beribadah. Digambarkannya selama Ramadhan masjid-masjid penuh dengan jamaah yang rajin menjalankan shalat tarawih dan tadarus Al-Qur'an. Kebiasaan ini seharusnya tidak berhenti setelah Ramadhan berakhir. Kita bisa tetap menjaga shalat berjamaah di masjid, melanjutkan kebiasaan membaca Al-Qur'an setiap hari, serta memperbanyak dzikir dan doa.

BACA JUGA: Wujudkan Mudik Lebih Tenang, Adira Finance Kembali Hadirkan Program KURMA 2026

Ramadhan juga telah mengajarkan kepada kita menumbuhkan rasa Kepedulian dan berbagi, lebih peduli kepada sesama. Banyak orang berlomba-lomba dalam sedekah, zakat, dan membantu mereka yang membutuhkan.

Imam dan Kotib Ustadz Ir H Azman Latif

“Sikap ini harus tetap menjadi bagian dari kehidupan kita, baik melalui infaq rutin, mendukung kegiatan sosial, maupun membantu orang-orang di sekitar kita yang sedang kesulitan,” tandas Khotib yang juga Ketua Takmir Masjid Gede Kauman Yogyakarta.

BACA JUGA: Monjali Siapkan Kolam Pemancingan dan Lomba Burung, Target 500 Pengunjung Per Hari

Disebutkan, salah satu momen indah di bulan Ramadhan adalah kebersamaan dalam berbuka puasa, sahur, dan ibadah bersama keluarga serta teman-teman. Silaturahim ini harus terus dipelihara, baik dengan keluarga maupun dengan masyarakat, agar hubungan tetap harmonis dan penuh berkah.

BACA JUGA: Pembuang Bayi 'Hugel' Divonis Penjara 7 Bulan, Advokat Rizal Apresiasi Hakim

Selain itu juga menjaga kesabaran dan pengendalian diri. Puasa melatih kita untuk menahan emosi, mengendalikan hawa nafsu, dan menjaga lisan dari ucapan yang sia-sia. Setelah Ramadhan, kita harus tetap menjaga akhlak ini dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, tempat kerja, maupun di lingkungan sosial.

BACA JUGA: Ternyata, Aku Cuma Punya Puisi

Azman tak lupa mengajak jamaah mencermati fenomena terkini yang tidak dalam keadaan baik-baik saja, baik di tingkat regional maupun global mengharuskan kita untuk semakin mendekatkan diri pada Allah swt. Perilaku culas, koruptif yang sangat menggerogoti sendi-sendi kehidupan bangsa masih sangat mewarnai keadaan di sekitar kita. Suasana perang meski ada jauh di sana tetapi dampaknya akan tetap mempengaruhi kehidupan kita.

Sikap arogan dan mau menang sendiri bahkan ditunjukkan oleh para elit secara terang-terangan, bahkan di depan mata kepala kita tanpa mengindahkan aturan, menyerang negara lain tanpa kejelasan alasannya, dipertontonkan tanpa rasa malu, yang perilaku seperti ini seakan menjadi faktor pembenar perilaku setiap orang untuk juga berperilaku seperti itu, arogan, mau menang sendiri tanpa mengindahkan tata krama sosial, apalagi akhlak yang seharusnya senantiasa dijunjung tinggi setiap insan bertaqwa.

BACA JUGA: Operasi Pekat Progo 2026 Berhasil Tangkap 65 Tersangka

Dalam suasana yang demikian, tandas dia, maka mengambil hikmah Ramadhan menjadi sesuatu yang sangat penting. “Ramadhan telah meninggalkan kita, tetapi keindahan dan keberkahannya masih membekas dalam hati. Bulan penuh rahmat ini membawa banyak perubahan dalam kehidupan kita, mulai dari kebersamaan dalam ibadah, semangat berbagi, hingga peningkatan kualitas diri dalam menahan hawa nafsu. Namun, tantangan sebenarnya adalah bagaimana menjaga semangat Ramadhan agar tetap hidup di bulan-bulan berikutnya,” tandasnya.

BACA JUGA: Sinergi Kejaksaan dan BPD Perkuat Program Jaga Desa untuk Awasi Dana Desa di Lampung Selatan

Mengutip sebuah riwayat di zaman Rasulullah, ada seorang yang buta dari kalangan sahabat mendatanginya seraya berkata, “Wahai Rasulullah, aku tidak memiliki menuntunku untuk mendatangi masjid.” Laki-laki tersebut meminta kepada Nabi agar diberi keringanan untuk shalat di rumahnya. Kemudian Rasulullah pun memberikan keringanan kepadanya. Ketika laki-laki tersebut berpaling, Rasulullah memanggilnya kembali dan bertanya, “Apakah kamu mendengar adzan panggilan untuk shalat?” Laki-laki tersebut menjawab, “Ya.” Rasulullah bersabda, “Kalau begitu, jawablah (datanglah ke masjid untuk shalat berjamaah),”.

BACA JUGA: DPUPKP Sleman Gelontorkan Rp 8,8 Miliar untuk 615 RTLH

Diakhir khutban, H Azaman Latif, mengutip surat Al Maun yang menjadi spirit gerakan Muhammadiyah hingga sekarang, agar kita tidak termasuk golongan orang-orang yang mendustakan agama.

Ketua PRM Pandeyan H Giyok Sutanto SH, antara lain menyampaikan kegiatan terlaksana atas kerjasama PRM Pandeyan dengan pengelola XT Square. Usai sholat, jamaah membawa kembali alas sholat berupa koran. Hingga kebersihan terjaga sebagaimana semula.  

BACA JUGA: Penertiban Lapangan Padel Perlu Solusi Berimbang, Bukan Sekadar Penyegelan

“Alhamdulillah pelaksanaan yang didukung oleh Pimpinan Ranting Aisyiyah Pandeyan, Majelis dan pemuda Masjid Nur Sidik Sidikan, dari persiapan sampai selesai dapat terlaksanana dengan baik tertip Aman dan lingkungan bersih kembali,” ujarnya.

Disisi lain, seorang tokoh Muhammadiyah Pandeyan, HM Zamzam Wathoni SH MH menyampaikan bersykur dan berharap momentum Idul Fitri membawa umat tetap semangat dan istiqomah dalam beribadah,meningkatkan keimanan maupun ketakwaan.

“Meski Ramadhan telah usai kita tetap terus memperbaiki mental spiritual sebagai modal kebahagiaan di dunia dan akhirat,” pungkat Zamzam yang juga Ketua LBH MU PDM Kota Yogya. (*/met)


share on: