Munsi III Diikuti 200 Sastrawan, Ada Program Reformasi KKLP

share on:
Suasana pembukaan Munsi III, di Hotel Novotel, Mangga Dua, Jakarta || YP-R Toto Sugiarto

Yogyapos.com (JAKARTA) - Sebanyak 200 sastrawan melaksanakan Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia (Munsi) III di Hotel Novotel Mangga Dua, Jakarta. Para sastrawan dari Aceh hingga Papua menghelat acara tersebut selama empat hari, dimulai Senin (2/11/2020) hingga Kamis (5/11/2020) dengan prosedur protokol kesehatan.  

Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Muhammad Abdul Khak, Senin (2/11/2020) malam selaku panitia penyelenggara menyampaikan, menyikapi situasi masih pandemi Covid-19 pelaksanaan musyawarah dengan cara tatap muka dan daring. Forum tersebut diikuti sebanyak 158 sastrawan lolos seleksi, sejumlah 42 sastrawan sebagai peserta undangan. Sedangkan yang mengikuti secara tatap muka sebanyak 137 sastrawan, sisanya daring 61 orang serta dua orang mengundurkan diri.

Abdul Khak mengharapkan hasil dari Munsi melahirkan rekomendasi yang disampaikan ke pemerintah terkait upaya terhadap sastra ke depan, langkah kongkret yang harus diambil pemerintah terkait pengembangan, pembinaan, dan perlindungan bahasa dan sastra.

“Salah satu yang disampaikan secara informal, sastrawan ingin Badan Bahasa mengembangkan sastra digital sebagai salah satu media pengembangan dan pembinaan bahasa dan sastra. Yakni, dengan cara Badan Bahasa mengembangkan aplikasi untuk mengembangkan sastra digital,” katanya.

Sedangkan tujuan kegiatan adalah menjalin kerja sama dengan sastrawan dalam rangka pembinaan yang diatur dalam UUNo 24 Tahun 2009 tentang Badan Bahasa.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, E. Aminuddin Aziz saat membuka acara menyampaikan pihaknya menunggu apa yang diinginkan sastrawan terkait Munsi I Munsi II, dan mendengarkan aspirasi dari sastrawan peserta Munsi III.

Sejak pengangkatannya sebagai Kepala Badan Bahasa pada Mei 2020, ia sudah menyusun program reformasi KKLP (Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional), terkait pengembangan sastra dengan koordinator Puji Santosa dan KKLP Pelindungan Bahasa dan Sastra dengan koordinator Ganjar Harimansyah. KKLP khusus diberi amanah dan tugas melakukan pekerjaan berbasis riset dari topik yang ditentukan, pelatihan anggota KKLP, diseminasi kepakaran, publikasi terkait hasil riset, layanan profesional.

Program literasi dimulai 2021 melalui penerjemahan karya dunia dari berasal dan berbagai bahasa dunia untuk kepentingan anak di PAUD, SD SMP SMA dari buku best seller dunia untuk bahan literasi siswa daerah 3 T.

Kedua, penerjemahan karya sasrtra dari bahasa daerah ke bahasa Indonesia. Dengan menulis dalam bahasa daerah maka bahas daerah bisa dipertahankan.

Sebanyak dua ribujudul buku yang siap diterjemahkan dan diterbitkan. Sebanyak 1250 dari buku literasi dunia dan 750 dari karya sastra daerah.

Sastrawan Solo Sosiawan Leak dalam dialog yang disampaikan melalui daring, menginginkan program penerjemahan justru sebaiknya diutamakan yang dari bahasa daerah agar sastra Indonesia dikenal dunia, bukan dari karya dunia diterjemahkan untuk siswa apalagi untuk daerah 3T. (Rts)  

 

 

 


share on: