MUNSI III Ditutup, Hasilkan 8 Rekomendasi untuk Kemajuan Sastra

share on:
Peserta Munsi III berharap 8 rekomendasi bisa direalisasikan oleh pemangku kebijakan || YP-R Toto Sugiharto

Yogyapos.com (JAKARTA) - Musyawarah Nasional Sastrawan Indonesia (MUNSI) III melahirkan Delapan Rekomendasi di bidang pengembangan, pembinaan, dan pelindungan sastra. Hasil Rekomendasi tersebut secara resmi diserahkan oleh Ketua Tim Perumus, Triyanto Triwikromo kepada Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Muhammad Abdul Khak, Aula Hotel Novotel Mangga Dua Square, Jakarta, Rabu (4/11/2020) malam.

Kegiatan yang berlangsung sejak Senin (2/11/2020) malam itu pun secara resmi ditutup Muh Abdul Khak. Dalam pidato penutupan, ia menyampaikan telah menerima berkas Rekomendasi Munsi III dan segera akan dilaporkan ke Kepala Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Terkait Rekomendasi MUNSI II tahun 2017 yang belum sempat direalisasikan juga segera ditindaklanjuti.

Sebelumnya, Rekomendasi Munsi III dibacakan oleh Ketua Tim Perumus, Triyanto Triwikromo didampingi para anggota, Maman S Mahayana, Sastri Sunarti, Kunni Masrohanti, dan Damhuri Muhammad. Materi Rekomendasi Munsi III Tahun 2020 meliputi aspek pengembangan, pembinaan, dan pelindungan sastra.

Muatan materi rekomendasi antara lain Badan Bahasa dan/atau lembaga lain mengoptimalkan ekosistem digital dalam pengembangan sastra di Indonesia, penerjemahan karya sastra dan distribusinya, serta pengembangan sastra untuk penyandang difabel.

Sementara muatan materi terkait pembinaan sastra, antara lain Badan Bahasa dan/atau lembaga lain memperbanyak dan memperluas pelatihan bagi tenaga pendidik dan komunitas sastra, membuat senarai buku-buku sastra, dan kualitas penyelenggaraan MUNSI.

Sedangkan yang terkait pelindungan sastra, meliputi Badan Bahasa dan/atau lembaga lain meningkatkan pelindungan hak kekayaan intelektual karya sastra serta hak ekonomi dan hak moral karya sastra, memperkuat keterlibatan penulis sastra dalam penyusunan dan pelaksaan program pelindungan sastra.

Ditemui usai penutupan MUNSI III di Hotel Novotel Mangga Dua Square Jakarta, Maman S Mahayana mengatakan, kegiatan MUNSI dimaksudkan utuk menghimpun kekuatan sastrawan dari berbagai daerah sehingga dapat mengungkapkan berbagai masalah yang terjadi pada sastrawan, tidak hanya di Jakarta tapi di seluruh Indonesia.

“Dengan begitu kita tahu apa yang dihadapi di Nusa Tenggara pasti berbeda dengan yang di Papua. Karena itu, untuk digali lebih jauh, harus diadakan pertemuan, yaitu MUNSI,” tuturnya. (Rts)

 


share on: