GELARAN Muslim Fashion Festival Plus (Muffest +) 2022 kembali digelar di Hartono Mall pada Rabu-Minggu (6-10/4/2022). Mengusung tema Recovery For Fashion ajang pameran dan peragaan busana ibi dinilai sebagai langkah positip dalam mendukung bangkitnya industri fashion tanah air yang sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19.
Project Director Muffest 2022 Philip Iswardono menjelaskan, Muffest +2022 yang digelar di Yogyakarta kali ini merupakan rangkaian dari Muffest Nasional yang digelar di beberapa kota. Sebelumnya ajang Muffest digelar di Makassar dan nantinya akan berakhir di Jakarta.
“Untuk Kota Yogyakarta, Muffest tahun ini digelar secara hybrid untuk kedua kalinya, sebagai solusi untuk membantu para pelaku industri fashion, mulai dari designer hingga perajin, yang terdamak pandemi. “ ujar Philip kepada para awak media yang hadir dalam acara Pers Conference Muffest +2022, di Atrium Hartono Mall, Rabu (6/4/2022).

Peragaan busana karya Lia Mustafa || YP-Ist
Selanjutnya Philip menjelaskan, Muffest 2022 ini merupakan salah satu kegiatan unggulan dari Indonesian Fashion Chamber (IFC) yang bekerjasama dengan Bank Indonesia serta beberapa produk sponsor. Kegiatan terdiri dari pameran busana, peragaan busana dan talkshow bisnis.
Beberapa designer yang terlibat dalam Muffest+ antara lain Philip Iswardono, Lia Mustafa, Yuliana Fitri, Lanny Amborowati, Dani Paraswati, Mia Ridwan,Dewi Roesdji,Astuti Arindra, Wening Angga, Iffah M Dewi, Kristi, Luffi, Melati, Sofie, Dedi Delmora. Nissa Choirina, Hendri Budiman, Afif Syakur serta beberapa designer ternama lainnya.

GM Hartono Mall Dian Widianti ( kanan) saat meninjau Pameran busana || YP-Sulistyawan DS
Sementara itu, General Secretary IFC Lia Mustafa menambahkan, Muffest +2022 yang digagas oleh IFC ini sejalan dengan misi BI untuk membangkitkan perekonomian khususnya UMKM. Oleh karena itu, demi suksesnya gelaran ini IFC menggandeng semua pihak agar acara dapat berjalan dengan sukses.
“Pemilihan lokasi mall sebagai sentra kegiatan bukan tanpa alasan. Selama ini mall telah menjadi destinasi wisata alternatif yang disebut sebagai wisata belanja. Oleh karena itu, simbol Plus yang dipakai dalam Muffest + 2022 ini, merupakan simbol kolaborasi antara industri busana dengan wisata belanja,” ujar Lia.
Ditambahkan Lia, Musffest+ 2022 ini sudah mendapat restu dari Kemenparekraf dan direncanakan akan dibuka secara daring oleh Menparekraf Sandiaga Shalahudin Uno. Diharapkan melalui gelaran ini dapat mengangkat citra Yogyakarta sebagai pusat busana, khususnya busana muslim. Mengingat event ini terselenggara pada bulan Ramadhan, maka sebagian besar busana yang ditampilkan merupakan busana yang ready to wear yang bisa dipakai dalam segala suasana, baik untuk ibadah maupun untuk dipakai dalam suasana santai.
Sedangkan Deputi Kepala Pelaksana Harian Bank Indonesia Perwakilan DIY Tantan Heroika memuji langkah IFC yang merangkul semua pihak untuk terlibat dalam kegiatan ini. Sebab, dengan adanya kolaborasi, maka proses pemulihan ekonomi dapat berlangsung lebih cepat. Oleh karena itu, Bank Indonesia sepenuhnya memberikan dukungan terhadap kegiatan seperti karena pihaknya menilai kegiatan semacam ini dapat berdampak langsung terhadap pertumbuhan sektor riil.

Plh Deputy Kepala BI Perwakilan DIY Tantan Heroika ( tengah ) didampingi Project Director Muffest + Philip Iswardono ( kiri) || YP-Sulistyawan DS
“Apapun kegiatannya jika dapat berdampak pada pertumbuhan sektor riil, akan kita dukung,” tandas Tantan.
Terhadap industri fashion tanah air, lanjut Tantan, Bank Indonesia juga memberikan perhatian khusus, mengingat industri busana tanah air saat ini merupakan industri terbesar ke-3 di dunia. Oleh karena itu, kegiatan Muffest 2022 ini nantinya akan menjadi program unggulan BI yang akan dibawa bukan hanya pada kegiatan pameran nasional tetapi juga ke ajang pameran busana Internasional.
“Saat ini kita sudah mengkurasi karya dari 17 desainer unggulan yang akan kita bawa ke pameran internasional,” pungkas Tantan. (Sulistyawan DS)
