Yogyapos.com (BANTUL) - Departemen Manajemen Seni Nanyang Academy of Fine Art (NAFA) Singapura bersama Jurusan Tata Kelola Seni - Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Yogyakarta bersepakat melakukan kerjasama pengembangan akademik,. Selain melakukan studi banding bagi mahasiswa dan dosen, juga sebagai upaya pengembangan belajar mengajar dan riset bidang studi manajemen seni di masa mendatang.
Dr Mikke Susanto SSn MA saat memberikan sambutan pada seremoni pembukaan Overseas Immersion Programme, Senin (3/7/23) menjelaskan bahwa bagi NAFA Singapore kesepakatan ini merupakan kerjasama yang pertama kalinya dengan Jurusan Tata Kelola Seni ISI Yogyakarta. Kemitraan ini menjadi salah satu upaya untuk saling mengenal dan mengembangkan bidang studi manajemen seni, baik dalam seni pertunjukan dan seni rupa, dari yang tradisional, modern hingga kontemporer.
“Untuk itu NAFA Singapore dan ISI Yogyakarta membuat kegiatan bertajuk Overseas Immersion Programme, sebagai model untuk mendekatkan antar mahasiswa dan antar dosen,” imbuh dosen Jurusan Tata Kelola Seni FSRD Kampus ISI Yogyakarta ini lebih lanjut.
Salah satu agenda program kerjasama NAFA Singapura dan ISI || YP-Yuliantoro
Ada sejumlah agenda yang terkait di dalamnya antara lain: workshop kurasi arsip, kolaborasi mural, sharing lecture dengan sejumlah pemateri ahli dari Indonesia dan Singapura, kunjungan ke beberapa studio seniman, serta pameran/pertunjukan seni di Yogyakarta. Secara khusus para mahasiswa juga akan diajak untuk melakukan workshop pameran arsip sejarah seni rupa Indonesia dan Singapura yang akan disajikan secara hybrid (on line atau off line), kunjungan ke pameran Artjog, Studio Papermoon Puppet, Borobudur, dan workshop batik di Omah Budoyo Yogyakarta.
Kerjasama antara kedua universitas di Asia Tenggara ini tentu saling mengutungkan dan diharapkan dari agenda ini dapat menjadi kolaborasi internasional dalam skala yang lebih luas. Harapan lainnya tentu untuk menjembatani agar kebudayaan masing-masing negara dapat saling dikenali dan disebarluaskan. Karena kepada para mahasiswa dan generasi mudalah, perkembangan budaya akan diwariskan. (Tor)
