Yogyapos.com (BANTUL) - Gairah solidaritas sosial berbagai elemen masyarakat mulai merebak bersamaan dengan dampak ekonomi yang ditimbulkan akibat persebaran virus Corona (Covid-19). Hal ini setidaknya seperti dilakukan Pengurus Anak Ranting Nahdlatul Ulama (PAR-NU) Nglembu dengan membagikan bantuan 20 paket sembako dan uang tunai kepada warga miskin yang terdampak pandemi virus tersebut, di dusun Nglembu, Panjangrejo, Kec. Pundong, Bantul,.
“Sektor sosial ekonomi rakyat juga ikut jatuh. Terutama bagi rakyat kecil, buruh harian atau pelaku usaha yang pendapatan hidupnya secara harian atau mingguan. Di semua wilayah ikut merasakan dampak pandemi Covid-19, baik di kota maupun di desa termasuk wilayah Pundong. Karenanya kami melakukan penggalangan bantuan dan menyalurkannya kepada warga miskin,” ujar Ketua Syuriah PAR-NU Nlembu, Ahmad Zaki, Senin (6/4/2020).
Ahmad Zaki, mengatakan bahwa warga yang rentan ekonominya nampak ‘kembang kempis’ akibat berdiam rumah, mereka tidak punya pendapatan untuk menyokong kebutuhan dasarnya.
“Warga yang menggantungkan pendapatan harian atau mingguan, seperti buruh swasta, kuli bangunan, pedagang di pasar, atau pedagang keliling adalah warga betul-betul rentan dalam kondisi saat ini.” Ungkap Ahmad Zaki
Hal yang sama dikatakan Mustofa Kamal, takmir masjid Ar-Rahmah Dusun Nglembu, rakyat kecil adalah kelompok yang ibaratnya ‘nek ora obah ora mamah’ kalau tidak gerak/usaha tidak makan.
“Mereka adalah kelompok rentan karena tidak mampu memenuhi kebutuhan keluarga di tengah situasi krisis Covid-19 saat ini. Anjuran pemerintah untuk berdiam di rumah, membuat pendapatannya berkurang bahkan hilang.”
Ia mencontohkan, para pedagang pasar misalnya sangat sulit mengikuti anjuran pemerintah, ikut berdiam di rumah membuat mereka tidak punya pendapatan. “Namun jika memaksa berjualan di pasar juga sepi pembeli. Jadi semuanya serba sulit,” tegas Mustofa Kamal
Mustofa mengamati, sejak himbauan stay at home (berdiam di rumah) hingga pengumuman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), belum ada kejelasan pasti pemberian bantuan kepada warga miskin untuk menopang kebutuhan dasar mereka.
Hal-hal seperti itu dapat kita saksikan di banyak wilayah. Kegoyahan sosialekonomi di Dusun Nglembu akibat pabdemi Covid-19 mencuatkan aksi-aksi solidaritas saling menolong sesama warga.
“Usai kami komukasi dan koordinasi dengan Dukuh Nglembu dan takmir masjid. Pada Jum’at dan Sabtu kemarin (3-4 Maret 2020), kami berkeliling ke rumah warga-warga yang dipandang mampu secara ekonomi untuk menjemput donasi solidaritas warga,” katanya seraya menginformasikan donasi yang terkumpul, telah diujudkan dalam paket sembako senilai Rp 100ribu dan uang tunai berkisar antara Rp 100 ribu hingga Rp155 ribu.
Bagi warga penerima bantuan, upaya pembagian sembako solidaritas warga ini membuat mereka merasa gembira karena ada peduli pada kehidupan mereka, dan lumayan membantu kebutuhan pangan sebagai kebutuhan dasar hidup.
“Bantuan yang saya terima berisi beras, gula, teh, minyak goreng, mie telur, dan juga amplop berisi uang. Saya menyampaikan terimaksih kepada NU Nglembu atas bantuan yang diberikan,” ujar Mbah Mugiyono, salah satu warga penerima bantuan sembako. (Markaban Anwar)
