Yogyapos.com (SLEMAN) - Meski sudah beredar luas foto surat DPP PAN Nomor 52/PILKADA/XI/2019 yang menyetujui dan merekomendasi Ahmad Mumtaz Rais sebagai untuk maju sebagai calon bupati (Cabup) Sleman pada Pilkada 2024, tapi DPD Sleman masih melakukan penjaringan Cabup.
“Kami baru mengetahui dari media. Tapi secara riil (fisik) surat tersebut belum kami terima, sehingga tetap melakukan penjaringan dan penyaringan bakal calon bupati,” tukas Ketua DPD PAN Sleman, Sadar Narima SAg SH usai melakukan penguatan aspirasi bersama 150 konstituennya, di RM Bale Ayu, Jombor, Sleman, Jumat (13/12/2009).
Hal senada disampaikan Ketua Tim Pemenangan DPD PAN Sleman Sekarmaji, pihaknya masih membuka pendaftaran balon bupati sampai 25 Desember 2019. Hal ini dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku dalam organisasi.
Sekarmaji menginformasikan target PAN dalam Pilkada 2024 di Sleman ini adalah mendorong kadernya untuk menjadi Bupati, bukan Wakil Bupati. Sudah ada 6 nama yang kami jaring dari internal PAN untuk maju sebagai balon bupati. Mereka adalah Sadar Narima SAg yang sekarang sebagai anggota DPRD DIY, Ahmad Mumtas Rais, Raudi Akmal, Abdul Kadir (DPRD Sleman), Inok Azmi (mantan DPRD Sleman), dan Arif Kurniawan (Wakil DPRD Sleman).
“Ini masih bisa bertambah karena masih ada waktu penjaringan,” ujarnya.
Sadar Narima lebih jauh mengungkapkan, ujian terberat bagi balon bupati yang disodorkan PAN Sleman nantinya adalah ada pada koalisi. Penerimaan koalisi sangat menentukan karena banyak kalkulasi dan kepentingan yang harus disepadankan.
Itu sebabnya, PAN Sleman jauh-jauh hari sudah membuat kriteria bagi balon yang akan diusung, yakni meliputi kedekatannya dengan rakyat, kepiawaiannya dlam menjalin komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, serta tingkat kesanggupannya untuk memajukan atau memberdayakan masyarakat Sleman. “Tiga kriteria ini tentu masih ada penjabarannya lebih lanjut yang akan kami paparkan kepada setiap balon yang mendaftar,” selanya.
Sementara terkait dengan surat rekomendasi DPP PAN diatas, Sadar menyatakan jika memang benar ada dan telah diterima nantinya, maka segera akan dilakukan dialog.
Sejauh ini, papar dia, mekanisme pengusungan balon bupati dilakukan tidak secara top down, melainkan dari bawah. Ini artinya, semua balon dijaring dan disaring oleh DPD. Kemudian dilanjutkan ke DPW dan seterusnya ke DPP. Hasil dari DPP itulah finalnya yang tentu saja sangat bergantung juga dengan koalisi.
Dalam konteks Pilkada Sleman 2024, PAN melakukan koalisi dengan hampir semua parpol diantaranya PKS, Golkar, Nasdem dan PPP. “Jadi, intinya kami masih melakukan penjaringan balon bupati. Kami juga terus melakukan komunikasi intensif dengan unsur koalisi,” pungkas politisi PAN yang dikenal sangat luwes dan mengakar ini. (Met)
