Panewu di Bantul Sambut Gembira Padat Karya, Berharap Ada Penambahan di Tahun Depan

share on:
Para Panewu di Bantul || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Para Panewu di Kabupaten Bantul menyambut gembira program padat karya. Bahkan mereka menginginkan proyek tersebut ditingkatkan jumlahnya di masa mendatang. Sebab memang sangat diperlukan masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan oleh 17 Panewu tiga diantaranya Penewu Banguntapan I. Nyoman Gunarsa, Denny Hartono (Sanden) dan Evie Nur Fatonah (Pleret).

“Saya dan para Panewu lainnya sependapat bahwa padat karya positif, berguna dan efisien dalam hal pembangunan infrastrukrur, budaya goton royong dan semangat bekerja membangun lingkungannya,” papar Panewu Banguntapan I. Nyoman Gunarsa SPsi MPsi, pada salah satu acara bersama para panewu Bantul, di Bantul, Rabu (5/4/2023).

Masyarakat membutuhkan pembangunan. Panewu juga ingin membangun wilayah kerjanya. Itu semua dapat ditempuh secara efektif melalui padat karya. Maka diharapkan pada masa mendatang ditambah volume dan jumlah titiknya.

Sementara itu, Panewu Sanden, Denny Hartono, mengungkapkan proyek padat karya mampu sebagai alternatif jitu dalam pembangunan fisik untuk sarana 

memajukan bidang ekonomi, pariwisata, pendidikan, pertanian dan industri UMKM.

“Pemerintah Kapanewon ingin membamun infrastruktur di Wilayah kerjanya namun tidak mampu, maka dengan adanya padat karya memberikan solusinya,” tutur Denny.

Fakta seperti itu diharapkan menjadi alasan kuat tentang perlunya dipertahankan dan penambahan titik dan volumenya pada masa mendatang.

Panewu Pleret Evie Nur Fatonah juga mengungkapkan hal senada bahwa padat karya menumbuhkan gtomg royong dan menciptakan lapangan kerja bagi warga 

Menurut Kepala Disnakertran Bantul, Istirul Widhilastuti, jumlah paket padat karya Kabupaten Bantul tahun 2023 yang anggarannya dari berasal dari APBD Bantul ada sebanyak 153 titik dan nilainya Rp 100 juta per titik. Yang menggunakan BKK DIY yang nilainya Rp 100 juta per titik ada 85 titik. Sedangkan yang dari BKK DIY yang nilainya Rp 200 juta per titik ada 117 titik. Masa pengerjaan padat karya sekitar 21 hari sejak 20 Maret 2023. (Spd)

 


share on: