Para Kusir Beralih Operasi ke Imogiri, Penghasilannya Cukup untuk Makan Kuda

share on:
Sejumlah kusir tetap setia menanti penumpang || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Pendemi virus Corona (Covid-19) berdampak terhadap dunia usaha jasa angkutan (transportasi) dan pariwisata di Kabupaten Bantul. Tidak terkecuali juga keberadaan andong terkena imbas. Sehingga para kusir terpaksa tidak mengoperasikan kendaraan ikon pariwisata Yogyakarta tersebut rute Malioboro maupun Makam Raja-raja Imogiri yang biasanya ramai wisatawan maupun peziarah.

Sebagai gantinya dalam mensikapi keadaan pahit seperti sekarang, para kusir andong di Bantul tetap berusahaberinisiatif dengan cara beroperasi untuk melayani para penumpang di sekitar komplek Terminal Baru (Pasar Baru) Imogiri Bantul. 

Hal ini seperti dilakukan kusir Ardi dan Saryono, sejak H+3 Idul Fitri mengoperasikan andong di seputaran terminal baru yang ternyata ada penumpangnya meski sedikit.

"Gini lo Pak, biasanya pada setiap H ke dua lebaran tahun-tahun sebelunnya, kami beroperasi melayani wisatawan (peziarah) di Makam Imogiri. Tempat mencari penumpangnya di eks Pasar Lama Imogiri. Rutenya dari pasar lama ke makam itu dan sebaliknya," tutur Ardi.

Namun, terang Ardi, karena saat ini sedang ada Covid-19, Makam Imogiri ditutup untuk para wisatawan. Sehingga tempat kami beroperasi terpaksa pindah di Pasar Baru ini.

Pada lebaran tahun lalu, biasanya perolehan para kusir andong lumayan, rata-rata Rp 350.000 hingga Rp 500.000 per hari (operasinya selama tiga hari). 

"La kini tidak diperbolehkan beroperasi di Malioboro. Padahal setiap kusir andong yang punya satu ekor kuda harus tetap mengeluarkan uang Rp 50.000 per hari untuk pembelian pakan kuda berupa hijauan (rendeng) dan bekatul,” tambahnya.

Untuk memenuhi kebutuhan itulah, Andri dan 12 kusir lainnya terpaksa harus beroperasi. Dan satu peluangnya adalah mencoba melayani penumpang di tempat Pasar Baru Imogiri. Meskipun kini setiap satu andong hanya mendapatkan uang Rp 50.000 untuk sehari operasi, namun juga bisa meringankan beban untuk membeli pakan kuda. “Kuda harus tetap makan. Makanya mudah-mudahan Covid-19 cepat hilang biar kami dapat beroperasi lagi di Malioboro,” ujarnya. (Supardi)

 


share on: