Yogyapos.com (BANTUL) - Keberadaan pasar tradisioanl di Kabupaten Bantul masih menjadi penopang perekonomian massyarakat, sehingga keberadaannya masih relefan Upenyempirnaan managemen yang sesuai dengan tuntutan bisnis.
“Itu semua harus diupayakan dan juga akan dilakuoan oleh Pemkab Bantul secara bertahap", kata Wakil Bupati Bantul, Joko B Purnomo dalam Pelatihan Manajemen Pengelolaan Pasar Rakyat yang diselenggarakan oleh Dinas Perdagangan Kabupaten Bantul, di Uula Bank Pasar Bantul, Rabu (17/11/2021).
Kegiatan pelatihan diselenggarakan selama 2 hari yakni pada 16-17 November 2021 yang dihadiri oleh lurah pasar dari pasar tradisonal yang ada di Kabupaten Bantul.
Dalam sambutannya, Wabup juga mengatakan Pemkab Bantul mempercayakan kegiatan perekonomian di tingkat tradisional yang bisa menyentuh langsung kepada masyarakat, Salah satunya dengan melalui pasar tradisional. Dengan demikian, maka diopsikan pasar-pasar tradisional bisa semakin maju.
“Kita lihat bagaimana pasar bisa memberikan satu potensi yang sangat tinggi untuk masyarakat bisa mendapatkan hal yang dibutuhkan dengan harga yang standar pasar. Walaupun harus kita akui, bahwa kini banyak masyarakat yang bergeser untuk memilih berbelanja di pasar modern,” tuturnya.
Lebih lanjut, Wabup menjelaskan bahwa sudah menjadi kewajiban Pemkab Bantul untuk senantiasa memacu agar pasar tidak ditinggalkan oleh pelanggan atau masyarakat. Sehingga, Pemkab harus mau dan mampu untuk terus berbenah dan menyesuaikan dengan perkembangan yang ada.
“Salah satu upayanya adalah dengan kita semua yang terlibat dalam manajemen pasar, harus mempunyai satu kesepakatan dan satu kesatuan dalam pola pikir serta harus satu kesatuan dalam pola tindak, juga memiliki satu tujuan yang sama dalam memberikan kepuasan kepada masyarakat terhadap pelayanan di pasar. Upaya tersebut dapat diwujudkan apabila seluruh komponen melakukan kegiatan sesuai dengan kewenangan serta tugas pokok dan fungsi,” pungkasnya. (Spd)
