Yogyapos.com (YOGYA) - 2020 adalah tahun kedua acara Pekan Budaya Difabel (PBD). Kegiatan yang didukung Disbud DIY ini menyuguhkan konsep Panca Rona, yakni keragaman warna yang terbangun saat interaksi dan relasi antar manusia terjadi. Diselenggarakan 30 November hingga 4 Desember 2020, di Kedai Kasuli Langenarjan Kraton Yogyakarta.
Pancarona dalam makna ini juga dapat diartikan keragaman warna yang saling memperkuat interaksi dan relasi antar individu dalam komunitas inklusif. Baik antar difabel maupun non difabel dengan berbagai latar belakang. Sekitar 70 karya dari para difabel ditampilkan. Mulai dari lukisan, craft hingga kuliner. Terkait situasi pandemi, rangkaian cara diadakan secara daring dan ada beberapa yang luring.
Komite Acara PBD 2020, Broto Wijayanto mengatatakan subtema pancarona ada 5 kategori. Yakni Rona citra, rona ikatan, rona tualang, rona perjumpaan dan rona teladan.
“Kami sengaja memilih tema Panca Rona karena dalam ekspo ini terdiri banyak warna. Ibarat kata seperti pelangi. Bermacam warna menciptakan keindahan. Relasi dan interaksi dalam proses lokakarya akan dicatat, ditulis, dan didokumentasikan untuk mendeskripsikan keragaman warna (pancarona) yang terjadi saat relasi antar individu itu terbangun,” ungkap Broto di Kedai Kasuli, Senin (30/11/2020).
Lanjut Broto, pihaknya sangat mengapresiasi langkah kaum difabel yang terus produktif dalam berkarya ditengah pandemi. “Kendati sekarang aksesnya terbatas, namun teman-teman difabel tak patah arang, terus bergerak. Kita semua punya kemampuan masing-masing, jangan patah semangat, tumbuhkan selalu optimisme dan positif thinking,” imbuhnya.
Ada pameran foto virtual yang melibatkan 30 pelaku seni di visual dan teks. Lalu ada workshop seni yang bakal diampu Jamaluddin Latif (teater), Joan Widya Anugrah (senirupa), Saryanta (gamelan), Mila Rosinta (tari) dan Asita Kaladewa (pantomim). Ada juga diskusi secara daring yang melibatkan pegiat/organisasi inklusifitas dari berbagai negara tentang upaya pembangunan komunitas inklusi. (Fadholy)
