Yogyapos.com (BANTUL) - Setelah selama tiga sejak libur karena anjuran dari Pemerintah DIY terkait kabar adanya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi dan kambing, sebagian pedagang di Bantul sudah mulai berjualan kembali.
Hal itu sebagaimana yang terjadi di Pasar Imogiri, Bantul dan Niten. Junarsih (48) dan Darmawan (50), pedagang di pasar Imogiri mengatakan kemarin para pedagang masih libur memenuhi anjuran pemerintah.
“Namum pagi hari ini mulai berjualan kembali. Kemarin konsumen kesulitan membeli dan mendapatkan daging, tetapi kini sudah bisa memperoleh komoditas itu, karena sebagian penjual sudah berjualan kembali,” kata Junarsih, Sabtu (4/5/2022).
Situasi dan kondisi serupa juga diungkapkan oleh sejumlah pedagang di Pasar Niten Sewon dan Barongan Jetis Bantul.
Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih, usai menghadiri suatu acara di Bantul, mengatakan pihaknya tidak pernah menutup dan melarang para pedagang untuk berjualan komoditas daging sapi maupun kambing.
"Hanya saja terkait dengan adanya kabar PMK, kami melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian hanya melakukan pengawasan intensif. Jika hari ini para pedagang sudah berjualan kembali, tidak masalah,” katanya.
Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul, Joko Waluyo, beberapa hari lalu di Kabupaten Bantul ditemukan puluhan kambing yang disinyalir terkena PMK. Sekarang sepertinya sudah aman.
"Itu akan kami pantau dan pengawasan. Tujuannya agar apabila nantinya disembelih, bagian mulut dan kuku tidak terkonsumsi orang supaya tidak membahayakan kesehatan konsumen,” kata Joko.
Sementara itu, selama tiga hari sama Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Segoroyoso terpaksa tutup sementara. Tujuannya guna mengantisipasi dikahawtirkannya adanya PMK pada hewan yang diopotongnya.
Terkait dengan itu, Komisi B DPRD Bantul, pada Jumat (4/6) diketahui melakukan sidak ke RPH Segoroyoso. (Spd)
