Yogyapos.com (SLEMAN) - Laboratorium Teknobioindustri Fakultas Teknobiologi (FTB) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menyelenggarakan serangkaian pelatihan bagi mahasiswa tingkat akhir, serta staf tenaga pendidik dan kependidikan.
Dari rilis yang diterima yogyapos.com, Sabtu (26/4/2025) disebutkan, pelatihan bertajuk “Penguasaan Alat Analisa Sonikator dan Spektrofotometer” serta “Isolasi dan Kultur Bakteri” sebagai upaya meningkatkan kompetensi praktikal dalam penelitian dan pelayanan akademik. Menghadirkan pemateri Venansius Galih SSi MP dosen FTB yang pernah menjadi peneliti pada perusahaan jamu ternama di Indonesia, dan Drs B Boy Rahardjo Sidharta MSc ahli mikrobiologi
BACA JUGA: Korupsi di Lapas Cebongan, Michael Raditya Praja Divonis 7 Tahun & Denda Rp 300 Juta
Pelatihan hari pertama oleh Galih difokuskan agar peserta melakukan ekstraksi sampel hayati dan analisis metabolit menggunakan spektrofotometer. Peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga langsung mempraktikkan prosedur pengukuran absorbansi untuk menentukan konsentrasi senyawa bioaktif.
BACA JUGA: Jeep Adventure Lereng Merapi, Ikon Wisata yang Seru dan Digemari
Sedangkan hari kedua pelatihan, Boy Rahardjo mengajarkan teknik pour plate (taburan) dan streak plate (goresan) untuk mengisolasi bakteri dari berbagai sumber. Peserta juga dilatih membuat sumuran uji antibakteri dan menyiapkan larutan standar.
BACA JUGA: Syawalan 1446 H, Rektor UAJY: Silaturahmi Jembatan Komunikasi Toleransi
“Penggunaan Biosafety Cabinet di laboratorium kami sangat krusial untuk mencegah kontaminasi dan memastikan keamanan peneliti serta lingkungan,” tegas Pak Boy.
BACA JUGA: Eksekusi Rumah di Banguntapan Mulus, Advokat Herkus Apresiasi Pengadilan
Boy menilai, fasilitas ini vital dalam penelitian mikrobiologi, terutama untuk studi yang melibatkan patogen.
Dalam pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, 21-23 April 2025, Dr Nelsiana To’bungan SPd MSc selaku Kepala Laboratorium Teknobioindustri, menegaskan pentingnya penguasaan alat terkini untuk mendukung penelitian yang efisien dan berkelanjutan.
Mendapat penjelasan langsung dari pemateri || YP-Ist
“Alat sonikator ini tidak hanya cepat, tetapi juga ramah lingkungan karena menggunakan air sebagai pengekstrak, mengurangi limbah kimia berbahaya,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut, peserta pelatihan memperoleh pengalaman dalam pengoperasian sonikator Pulse150 dan spektrofotometer UV-Vis.
BACA JUGA: Peredaran Upal Merambah Yogya dan Sleman, 5 Pelaku Ditangkap
Kenjikoh, salah satu peserta, mengaku pelatihan ini membantunya menguasai teknik kultur streak yang sebelumnya sering gagal akibat kontaminasi. Sementara Nensi Lawapadang, mahasiswa asal Toraja, menyebut pelatihan ini mempercepat penelitiannya tentang antibakteri kulit markisa. “Saya kini lebih percaya diri menyiapkan sampel dan menganalisis hasilnya secara mandiri,” tuturnya.
BACA JUGA: RSUD Prambanan Kini Punya Gedung Diklat & Layanan Penunjang
Tak kalah antusias, Hendrika, mahasiswa yang tengah menjalani kerja praktek di rumah sakit swasta, mengapresiasi kesesuaian materi pelatihan dengan kebutuhan praktisnya. “Isolasi bakteri dan penggunaan Biosafety Cabinet di sini sangat mirip dengan protokol di laboratorium mikrobiologi klinis rumah sakit. Pelatihan ini membantu saya mengurangi kesalahan saat menangani sampel pasien,” jelasnya.
BACA JUGA: Bupati Harda Somasi Produsen Miras Pakai Nama Kaliurang
Ia juga menekankan bahwa pemahaman baru tentang analisis spektrofotometer membantunya dalam menguji efektivitas disinfektan, yang menjadi bagian dari tanggung jawabnya selama kerja praktek.
BACA JUGA: LBH Nusa Menempati Kantor Baru di Jalan Kabupaten Nomor 99 Sleman
Nelsiana menambahkan, Laboratorium Teknobioindustri UAJY akan terus mengadakan pelatihan serupa guna menjembatani kebutuhan akademik dan industri. “Ini komitmen kami untuk menghasilkan lulusan yang siap bersaing di tingkat global,” pungkasnya.
BACA JUGA: HUT ke-77 Sendangadi, 14 Kendi Air dari Sendang Sari Jongke akan Diarak
Dengan terselenggaranya kegiatan yang berlangsung pada 21-13 April 2025, FTB-UAJY kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen pada inovasi, keberlanjutan, dan kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan dunia profesional. (*/Red)
