Yogyapos.com (JAKARTA) - Pemerintah kini menetapkan larangan mudik bagi seluruh masyarakat. Tujuannya mencegah mobilitas penduduk dari satu wilayah ke wilayah lainnya, yang apabila dilakukan sangat berpotensi meningkatkan risiko penyebaran Covid-19.
Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas melalui tele konferensi di Istana Negara Jakarta. Rapat membahas tindak lanjut antisipasi mudik yang kemungkinan besar masih dilakukan masyarakat beberapa waktu ke depan.
“Setelah larangan mudik bagi ASN, TNI-Polri, dan pegawai BUMN sudah kita lakukan pada minggu-minggu lalu, pada rapat hari ini saya ingin menyampaikan bahwa mudik semuanya akan kita larang," ujar Presiden Joko Widodo melalui keterangan yang diterima yogyapos.com, Rabu (22/4/2020).
Larangan mudik atau melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah bagi para ASN, TNI-Polri, serta pegawai BUMN dan anak perusahaannya sebelumnya sudah ditetapkan pemerintah pada Kamis, 9 April 2020 lalu.
Dalam arahannya di rapat terbatas itu, Kepala Negara meminta jajaran terkait untuk segera melakukan persiapan mengenai kebijakan tersebut.
"Saya minta persiapan-persiapan yang berkaitan dengan ini mulai disiapkan," ucapnya.
Keputusan terbaru mengenai larangan mudik ini diambil setelah diperoleh hasil sejumlah kajian maupun pendalaman di lapangan. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, diperoleh data bahwa terdapat 68 persen responden menetapkan tidak mudik di tengah pandemi Covid-19. Namun kenyataannya masih ada 24 persen bersikeras tetap mudik, dan 7 persen telah mudik ke daerah tujuan.
"Artinya masih ada angka yang sangat besar, yaitu 24 persen tadi," kata Presiden.
Keputusan larangan mudik ini dilakukan setelah pemerintah mulai menggulirkan bantuan sosial (bansos) bagi wilayah DKI Jakarta. Kemudian akan dilanjutkan untuk masyarakat menengah ke bawah di wilayah Bogor, Depok,, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek).
"Bansos sudah mulai dilaksanakan kemarin. Pembagian sembako di wilayah Jabodetabek, kemudian Kartu Prakerja sudah berjalan. Minggu ini juga bansos tunai sudah dikerjakan. Dari sinilah kemudian saya ingin mengambil sebuah keputusan," tuturnya.
Sebagaimana disampaikan dalam sejumlah kesempatan, bantuan sosial khusus dipersiapkan bagi warga menengah ke bawah di wilayah Jabodetabek. Selain untuk membantu warga yang terdampak Covid-19, juga dimaksudkan agar warga Jabodetabek dapat mengurungkan niatnya untuk mudik ke daerah asal. (*/Muf)
