Yogyapos.com (SLEMAN) - Praktisi Sejarah dan Bahasa Jawa, Hari Wahyudi, mendukung pemindahan situs cagar budaya 'Cagak Aniem' oleh Dinas Kebudayaan Sleman, yang semula berada di Taman Museum Gunung Merapi (MGM) dipindahkan ke Puri Mataram.
“Berkaitan pemindahan cagar budaya Cagak Aniem dari Museum Gunung Merapi ke Puri Mataram oleh Disbud Sleman setuju dan mendukung,” ujar Hari Wahyudi, kepada yogyapos.com, Selasa (2/10/2024).
Ia mengatakan, intinya bahwa sebuah obyek diduga cagar budaya atau sudah ditetapkan sebagai cagar budaya itu memang seyogianya tidak berpindah dari lokasi aslinya dan apabila akan dipindahkan tentu dengan pertimbangan harus sangat matang.
Sebenarnya pemindahan di MGM dari lokasi semula kurang setuju karena sudah hilang dari konteks aslinya situs cagar budaya tersebut. Karena sebuah obyek itu harus dilokasi awal dan sebisa mungkin dipertahankan keaslinya.
Namun lanjutnya, ketika ada permintaan dari pemerintah wilayah setempat untuk mengupayakan kembali lagi di wilayah kalurahan semula, ia pun mendukung keputusan di kalurahan tersebut.
Cagar Budaya Cagak Aniem yang kini berada di area Puri Mataram || YP-Agung DP
“Sebisa mungkin Kalurahan Tridadi untuk melestarikan cagar budaya tersebut, di wilayahnya walaupun tidak berada dilokasi aslinya.Namun masih menjadi wewenang tanggung jawab dari pemerintah kalurahan dalam memelihara cagar budaya kedepanya,” tandasHari.
Seperti diketahui sebelumnya Dinas Kebudayaan Sleman telah memindahkan kembali cagar budaya 'Cagak Aniem’ yang dibangun Tahun 1930, dari Taman Museum Gunung Merapi (MGM) ke halaman pakir Puri Mataram, Kalurahan Tridadi, Sleman.
Bangunan bersejarah tersebut, semula terletak dipinggir Jalan Magelang Km 12, tepatnya di Padukuhan Wadas Tridadi Sleman. Kemudian oleh Dinas Kebudayaan Sleman pada 20 Mei 2024 lalu,dilakukan pembongkaran dan pemindahan konon sebagai langkah perlindungan pada situs cagar budaya dan peminda han tersebut dilakukan sebagai upaya penyelamatan cagar buda ya dari kerusakan yang dilakukan tangan manusia.
Cagar Budaya itu selanjutnya di pindahkan ke Museum Gunung Merapi (MGM) diharapkan dapat menjadi sarana edukasi bagi pengunjung MGM. Namun setelah berada di MGM dipindah lagi oleh Dinas Kebudayaan Sleman ke Puri Mataram. Pemindahan bangunan peninggalan Belanda ini mendapat perhatian dari masyarakat. (Agn)
