Yogyapos.com (BANTUL) - Guna menghadapi persaingan iptek dunia, Indonesia perlu meningkatkan indek literasi melalui berbagai lini oleh semua pihak. Penigkatan ekonomi mewujudkan sebagai bangsa yang mampu memproduksi barang yang dibutuhkan negara lain, bukan selaku konsumen dan market negara lain.
“Hingga kini indek literasi Indoneisia di dunia masih rendah. Maka kita perlu memacu agar bisa meningkat dan kualitas ipteknya bisa lebih baik,” kata Angota Komisi X DPR RI, My Esti Wijayati pada acara pengukuhan Hj Emy Masruroh sebagai Bunda Literasi serta penanda tanganan nota kesepakatan Perpustakaan Nasional RI dengan Pemkab Bantul, berlangsung di Perpustakaan Daerah Bantul, Senin (15/11).
Esti menyatakan, upaya peningkatan tersebut harus dilakukan secara bersama Komisi X DPR RI, Pemerintah Pusat, Propinsi dan Kota/Kabupaten dan masyarakat luas terutama oleh generasi milenial. Perpustakaan jangan hanya mengandalkan digital melainkan juga juga harus mempergunakan buku. Ini semua bertujuan agar.Indonesia menjadi bangsa maju dan tetap mempunyai karakter kebangsaan.
Sementara itu, Kepala Perpustakaan Nasional, M Syarif Bandung, menyatakan arah peningkatanliterasi adalah mampu mengolah sumber daya yang ada untuk menjadi sesuatu yang laku jual tinggi.
Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih, menyatakan literasi yang tinggi sangat dibutuhkan termasuk oleh Bantul. Adanya informasi hoax bisa ditaggulangi lantaran tingginya literasi masyarakat.
Hj Emy Masruroh selaku orang yang dikukuhkan sebgai Bunda Literasi, menyatakan pihaknya akan ikut berperan aktif meningkatkan literasi melalui berbagai organisasi terutama PKK, guru dan juga PAUD. (Spd)
