Yogyapos.com (BANTUL) - Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Kesehatan menggalakkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Aides Aidepsi secara besar-besaran hingga ke setiap rumah. Kegiatan pemberantasan sarang nyamuk penyebab penyakit demam berdarah (DB) ini melibatkan masyarakat di setiap kampung.
"Launching kesiapsiagaan ini sudah dilakukan sejak tanggal 14 Februari 2020 oleh Bupati Drs H Suharsono bersama Dinas Kesehatan dan instansi lain di Trirenggo. Namun aksi nyata tindak lanjutnya akan dilakukan secera rutin oleh masyarakat, relawan dan dukuh setiap pada seminggu sekali hingga ke rumah rumah penduduk. Pemerintah juga melakukan pemantauan dan evaluasi setiap bulan sekali,” kata Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi, di Bantul, Selasa (18/2/2020).
Agus mengungkapkan, kegiatan tersebut mewujudkan tingkat angka bersih (kebas) sarang nyamuk diatas 95 persen. Ini memang lebih menekankan pada pemberdayaan masyarakat yaitu oleh dan untuk masyarakatnya.
Tempat yang sulit untuk dilakukan PSN secara menimbun, menguras, membakar dan menyuci, bisa ditempuh dengan cara pemberian Lakasida (Abate) yang memang disediakan secara gratis di seluruh Puskesmas yang ada.
“Kami mengharapkan agar angka atau jumlah penderita DB tahun 2020 di Bantul mengalami penurunan dibandingkan tahun 2019 yaitu ada sekitar 200 kasus db yang meninggal akibat itu ada 4 orang,” katanya.
Dijelaskan, untuk mengupayakan itu maka semua puskesmas siap menanganani dan melayani para penderita DB. Pelayanannya adalah diantaranya rawat inap atau memberikan rujukan sesuai dengan Standar Operasi Pelayanan (SOP) yang ada.
Hakekat daripada PSN adalah memutus rantai perkembangbiakkan sarang nyamuk. Maka dilakukan secara rutin dan berkesinambungan. Selain itu memang tidak dilakukan fogging (pengasapan) dengan pestisida. Pengasapan mempunyai efek yang negatif bagi kesehatan dan apabila tidak tepat juga nyamuk justru menjadi kebal. (Supardi)
