Pemkab Bantul Launching BUMKal Bersama Tingkat Kapanewon

share on:
Bupati memukul gong menandai launching BUMKal Bersama, di di Pendapa Kalurahan setempat, Jumat (25/11/2022) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) – Pemerintah Kabupaten Bantul melaunching Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Bersama tingkat Kapanewon hasil transformasi pembentukan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM MPd).

Luanching dilakukan oleh Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih bersama Forkompimda. Selaku OPD penyelenggaranya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK). Acara ini sekaligus meresmikan BUMal Bangunharjo, berlangsung di Pendapa Kalurahan setempat, Jumat (25/11/2022).

Pembentukan BUMKal Bersama ini merupakan amanah dari UU Nomer 11 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa.

“Peaturan tersebut mengamanatkan setiap Pemerintah Daerah wajib melaksanakannya dengan diberikan batas waktu pelaksanaan sampai Februari 2023,” kata Kepala DPMK Bantul selaku penyelenggara acara ini, Sri Nuryanti.

Maksud dan tujuan pembentukan BUMKal Bersama untuk menyelesaikan pengelolaan SDM keuangan negara secara nasional yang berjumlah Rp 12,7 Triliun. Khusus untuk Kabupaten Bantul Rp 70,7 Miliar dalam bentuk bantuan dana bergulir pinjaman kepada masyarakat miskin khususnya perempuan dengan skema kelompok.

Pemkab Bantul telah mengambil langkah untuk menyelesaikan target transformasi/Pembentukan BUMKL Bersama. Selain itu juga telah membuat surat edaran Bupati nomor 900/00672 tanggal 14 Februari 2022. Ini tentang petunjuk tehnis pembentukan tim fasilitasi tingkat Kapanewon . Ini tugasnya memfasilitasi pelaksanaan  musyawarah kalurahan dan antar kalurahan.

Melaksanakan mausyawarah kalurahan sebagai awal untuk menyepakati pembentukan BUMKal Bersama. Hasil musyawarah kalurahan adalah penunjukan delegasi kalurahan untuk mengikuti musyawarah antar kalurahan dan kesepakatan untuk menentukan jumlah penyertaan modal.

“Dari 17 kapanewon BUMKAL Bersama di Bantul yang telah terbentuk ada 16 dan satu masih dalam peoses,” jelasnya.

Adapun yang sudah terbentuk Sedayu, Kasihan, Pajangan, Srandakan, Pandak, Sanden, Sewon, Bantul, Jetis, Kretek, Pundong, Imogiri, Pleret, Banguntapan, Piyungan dan Dlingo. Sedangkan yang masih dalam proses Kapanewon Bambanglipuro.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, mengatakan penanganan BUMKal Bersama di Bantul harus secara profesional agar dapat meningkatkan keuangan dan usaha masayarakat memperbaiki dan menguatkan perekonomian sehingga jumlah pengangguran dan kemiskinan.berkurang.

Sementara itu, Lurah Bangunharjo, Nur Hidayat, mengatakan, pihaknya mendirikan BUMKal Bangunharjo fokusnya di bidang pengelolaan persampahan dan akan ditulopang dengan fokus lainnya. (Spd)

 

 


share on: