Yogyapos.com (BANTUL) - Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Koperasi UMK Perdagangan dan Perindustrian menggelar operasi pasar sembilan bahan pokok (sembako), di Balai Kalurahan Wijirejo Pandak Bantul, Kamis (2/2/2023).
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-kemen-pppa-faktor-budaya-dan-sosial-dapat-berpengaruh-pada-stunting-9605
Kegiatan yang bekerjasama dengan Bulog DIY dan Usaha Dagang Dewi Sri Srandakan, dihadiri Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo ini disambut antusiasme warga sekitar.
“Kegiatan operasi pasar kali ini berlangsung di 9 kalurahan. Salah satunya di Wijirejo. Sedangkan yang dijual terutama berupa Beras,” kata Joko Purnomo saat memimpin operasi pasar.
Wabup Bantul Joko Purnomo berserta wakil dari unsur terkait program operasi pasar, Kamis (2/2/2023) || YP-Supardi
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-anies-agenda-perubahan-dan-tembak-mati-koruptor-9597
Khusus yang digelar di Wijirejo, beras yang sudah terjual sekitar 500 kg. Selain itu juga sudah terjual ratusan paket sembako berupa minyak goreng, terigu dan gula pasir. Semuanya dibandrol dibawah harga pasaran. Jumlah beras yang tersedia dijual sekitar 22 ton. Masyarakat yang sudah membeli ada sekitar 3.000 orang dengan harga Rp 9.400 per kg.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-ada-togel-di-imogiri-tiga-pengepulnya-ditangkap-polisi-9593
“Tujuan utama operasi pasar ini untuk mengupayakan ketersediaan dan menekan serta kestabilan harga sembako menghadapi Ramadan dan Idul Fitri 2023," ujarnya.
Pemkab Bantul akan berupaya terus untuk mengadakan kegiatan seperti ini secara bekesinambungan agar ketersediaan pangan terjaga dan harganya normal.
Sementara itu Kepala Dinas Koperasi UMK Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bantul, Sulistiyono, mengatakan pihaknya melakukan operasi pasar untuk mengupayakan agar masyarakat mendapatkan sembako dengan harga murah. Selain itu harga sembako agar terkendalikan dan stabil. (Spd)
