Pemkab Bantul Tingkatkan Jejaring Ekonomi Kreatif

share on:
Suasana seminar nasional 'Sustainable And Global of Bantul', Sabtu (30/7/2022) || Yp-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Pemerintah Kabupaten Bantul menggelar Seminar Nasional Sustainable And Global of Bantul Craft untuk menguatkan jejaring ekonomi kreatifnya ke Unesco, di Hotel Novotel Suites Malioboro Yogyakarta, Sabtu (30/7/2022).

Acara dibuka oleh Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih yang sekaligus menjadi pembicaranya beserta narasumber lain, diantaranya Sekjen CCN Indonesia Creative Cites Netwoek M Arif Budiman, Kepala Galery Nasional Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Rustamto dan tiga Owner Benda Design Lab Inovator dan Creft Exper RM Satya Bramantya dan moderator Aga Prastomo.

BACA JUGA: https://www.yogyapos.com/berita-sentrum-membangun-industri-kreatif-sambil-kuliner-4399

Bupati menyatakan kini sering tersiar kabar banyak negara yang hampir bangkrut. Banyak yang mengatakan hal itu dari berbagai pihak termasuk dari Indonesian oleh Menteri Perekonomian Sri Mulyani. Di negara Srilanka misalnya, Presiden dan Menterinya mengundurkan diri. Sri Mulyani mengatakan, Indonesia bisa berhasil berusaha untuk selamat, asalkan kewaspadaan tetap ada.

“Langkah nyata melalui ekonomi kreatif  harus dikuatkan sistemnya sampai hilir. Indonesia memiliki ketahanan di berbagai sektor misalnya minyak, batubara dan nikel. Sedangkan Bantul masih mempunyai beras, bawang merah dan potensi lainnya. Ini adalah peluang untuk aman dalam pangan.  India kesulitan ayam namun Indonesia aman,” kata Abdul Halim.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-viva-cosmetik-turut-dukung-industri-fashion-tanah-air-6549

Bantul, lanjut dia, sebagai pusat industri kreatif diakui Badan Kreatif Nasional. Ini sebagai tantangan dan peluang serta harus bisa menyejahterakan manusia. Pemerintah harus bersama para pelaku dan berbagai stakholder harus berbuat untuk maju bersama. Bantul nekat masuk jejaraing ekonomi kreatif dunia, memaksakan diri untuk memacu dan mendorong. Bila berhasil akan lebih populer sebagai industri kraatif sehingga memudahkan jaringan pasar untuk industri kreatifnya.

Bupati Abdul Halim Muslih beserta para narasumber || YP-Supardi

Di Bantul banyak terdapat pelakunya. Dinas harus melakukan pengembangan. Maka Dispar dan lainnya ahar melaporkan kreatifnya ke Pemerintah Nasional dan bekerja keras.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-lunanuova-studi-hadir-di-bantul-wabup--generasi-milenial-siap-bersaing-industr-878

“Seminar Nasional Sustainable And Global of Bantul Craft di Hotel Novotel Suites kali ini salah satu upaya yang diharapkan bisa membuahkan hasil yang nyata,” tambahnya.

Sementara itu, M Arif Budiman mengatakan, Bantul daerah hilir jadi tantangan. Banyak potensi meliputi pantai selatan dan warisan budaya yang tidak dimiliki oleh  darah lainnya. Itu merupakan peninggalan kerajaan- kerajaan yang melahirkan peradaban. 

Seluruh material yang diajarkan di sekolah ada semua di Bantul. Ini kekayaan. Masalah untuk berkelanjutan adalah yang penting. Apa yang harus kita pertahankan? Yaitu yang bernilai filosofi. Dari situ menjadi mudah untuk maju. Seremoni, histori dan filosofi harus ada didalamnya. Pengembangan harus jelas. Arahnya dan identitasnya harus ada dan terjaga. Para praktisi agar giat dan menggerakkan hingga ke tingkat rakyat. 

Menurutnya, perubahan dunia sangat cepat, maka tugas pemerintah memfasilitasi dan memberikan regulasi untuk memudahkan masyarakat untuk

membuat barang. Namun juga harus ada dan tahu pangsa pasarnya. Dalam konteks ini harus lebih dulu dilakukan kajian yang valid.

Smentara itu tentang ekonomi digital penting. Namun harus tahu audiennya (pangsa pasar dan targetnya). Dilandasi modal kejujuran. Harus mampu memboomingkan produk. Memberikan kesempatan pada generasi berikutnya. Sebab warisan tidak hanya untuk diteruskan namun juga harus dikembangkan

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-bantul-menuju-jejaring-kota-kreatif-unesco-6607

Pada kesempatan sama, Pustanto, mengungkapkan membangun ekonomi kreatif Bantul banyak terdapat forum kreatif. Namun harus mampu bekerjasama untuk maju di tingkat nasioanal dan dunia. Masuk jejaring dunia harus ada dan sesuai dengan ekosistem. Tahu masalah yang dihadapinya.

Pada kesempatan sama, Satya Bramantya mengungkapkan membangun dan mengembangkan seni kriya harus berkelanjutan. Rantai nilai lokal dalam sustainable didesign agar efektif harus ada paduan tradisional dengan modern. Misalnya panggungnya yang tradisi dan diimbangi dengan modern.

“Banyak orang kreatif masuk ke Bantul. Itu merupakan peluang bagi Bantul. Saya sendiri  kerjasama dengan mitra luar negeri dalam disign. Karena lebih terjamin keterlindungan hak patennya,” katanya. (Spd)

 


share on: