Yogyapos.com (BANTUL) – Sejumlah warga berunjukrasa menolak pengembangan pembangunan Rumah Sakit PKU Muhamdiyah Bantul, Kamis (25/3/2021). Warga menilai pengembangan pembangunan itu mengganggu lingkungan.
Merspon unjukrasa, pihak manajemen PKU Muhammadiyah Bantul berkenan melakukan pertemuan di Kaluraahan Bantul, difasilitasi oleh Panewi Bantul Bayu Broto.
“Saya dan Lurah Bantul, Supiyadi telah hadir dan memfasilitasi pertemuan manajemen PKU Bantul dengan masyarakat untuk musyawarah. Alhamdulillah sudah menghasilkan kesepakatan. Kami juga ikut senang dan mestinya nanti sudah tidak ada masalah,” kata Bayu Broto usai mengikuti pertemuan.
Lurah Bantul, Spriyadi, mengatakan berdasarkan informasi bahwa yang dipermasalahkan oleh warga yaitu pembagunan pagar PKU. Meski tanah itu adalah milik PKU, tapi dulu sudah ada kesepakatan PKU dan warga agar PKU merelakan tanahnya untuk kepentingan kegunaan gang sebagai akses jalan demi kepentingan umum, terutama untuk lewat mengantar jenazah ke pemakaman. Namun dalam pembangunan pengembangan kali ini, keluar dari kesepakatan dan inilah yang memicu protes warga.
Pada kesempatan sama, Direktur PKU Bantul, dr Widianto Danang Prabowo menyatakan pihaknya akan meninjau kembali pembagunan yang dilakukannya sesuai dengan kesepatakatan semula.
Sedangkan juru bicara warga Gidran, Inung, menyatakan meski dalam pertemuan tertutup untuk umum tadi belum ada kesepakatan bersama diatas perjanjian resmi. Dengan kata lain kesepakatannya lisan. (Supardi)
