Yogyapos.com (SLEMAN) - Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo kembali melakukan panen raya padi Sembada Merah yang merupakan varitas kembanggaan warga Sleman dan sekaligus melantik mengukukuhkan pengurus Jaringan Petani Melenial (JPM) tingkat UPTD BP4 wilayah V, di Bulus Tempel Candibinangun Pakem Sleman, Jum'at (25/2).
Kustini mengungkapkan, menurut data sampai saat ini sudah ada 410 petani milenial di Kabupaten Sleman. Sementara itu Pemkab sudah menargetkan 2.000 petani milenial hingga tahun 2024. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat untuk membangun industri pangan Indonesia berbasis pertanian modern.
“Saat ini pemuda banyak enggan jadi petani.Namun Kabupaten Sleman. Kita menunjukan petani melenial handal dan unggul berdaya saing,” ungkap Kustini.
Kustini juga kesempatan panen padi Sembada Merah milik Kelompok Tani Sido Maju, Setyo Widodo, varietes yang terus berkembang. Pada tahun 2021 luas tanah varietas mencapai 10 hektar dan dipanen secara beruntun, adapun produksi padi berkisar 8,6 ton per hektar.
“Pemasarannya bisa dilakukan secara pribadi dari petani, melalui kelompok tani maupun melalui mitra pemasaran,” ujar Setyo.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Sugeng Purwanto menyatakan mengapresiasi Pemkab Sleman yang terus mendukung program DIY untuk mewujudkan 1000 petani milenial di tahun 2022 ini. Sebab ketahanan pangan tidak hanya dibebankan pada petani saja, namun harus ada kerja sama serta dukungan dari berbagai pihak. “Hari ini jumlah petani melenial sudah mendekati target 1000 petani melenial. Dan apresiasi pada ibu bupati, karena yang paling banyak adalah Kabupaten Sleman,” tandas Sugeng Purwanto. (*/Agn)
