Penjualan '100 Anak Tambang Indonesia' Tembus 12.000 Eksemplar

share on:
ara darngAlwahono saat memberikan keterangan pers secara daring || YP-Wijatma

Yogyapos.com (JAKARTA) - Kabar gembira di tengah masa pandemi Covid-19 menjadi angin segar bagi kelesuan bursa buku di Indonesia. Penjualan buku ‘100 Anak Tambang Indonesia’ berhasil menembus angka 12 ribu eksemplar lebih dalam waktu seminggu sejak Pre-Order (PO) dibuka.

Hal ini disampaikan Alwahono, salah satu inisiator dan editor buku ‘100 Anak Tambang Indonesia’ dalam kesempatan konferensi pers yang dilakukan secara daring melalui zoom meeting. Rencananya, buku terbitan Allsys Media ini akan launching pada 17 Agustus 2021 mendatang, sekaligus memperingati HUT ke-76 Negara Republik Indonesia.

Dunia tambang memang tak ubahnya puncak gunung es. Bagian atasnya yang tersembul sedikit ke permukaan, itu yang kita nikmati saat ini. Sementara dunia bagian bawahnya tak kita ketahui. Karena itu hampir tak ada yang tahu kisah para anak negeri yang berjuang di sektor pertambangan dan turut membangun bangsanya dengan bersimbah keringat dan air mata. “Padahal hampir semua tools yang memudahkan hidup manusia di dunia ini bahan bakunya dari hasil tambang,” imbuhnya, Sabtu (14/8/2021).

Peristiwa-peristiwa kemanusian jarang sekali dipotret, dan diperbincangkan. Kalau pun ada, biasanya langsung tertimbun berita-berita mengenai pertumbuhan ekonomi, atau terkubur oleh angka-angka statistik rugi laba dan investasi. Cerita-cerita tersebut akhirnya tetap terpendam, dan ketika sesuatu yang buruk (negatif) terjadi barulah mata publik mengarah kepada mereka.

“Setidaknya hingga 2021 ini, masih terdapat sekitar 1,3 juta lebih rakyat Indonesia yang bekerja di sektor pertambangan dan pengalian,” kata Alwahono mengutip Pusat Data dan Informasi Ketenagakerjaan edisi 3 tahun 2021.

Oleh sebab itu buku ‘100 Anak Tambang Indonesia (100 ATI)’ adalah karya monumental yang ditulis oleh 100 para pimpinan perusahaan tambang terkemuka di Indonesia, khususnya sub sektor Minerba (mineral dan batu bara).

Selanjutnya Eko Gunarto, matan Kasubdit Pengawasan Teknik Pertambangan dan Kasubdit Keselamatan Pertambangan Minerba Kementerian ESDM, yang juga terlibat inisiator dan editor buku, mengatakan bahwa buku 100 ATI ini merupakan tindakan nyata para insan pertambangan di Indonesia dalam rangka membangun spirit bangsa. Kerjasama para pelaku dunia pertambangan yang melahirkan 100 buku ini juga memberikan keteladanan semangat gotong-royong, persatuan dan kesatuan, tanpa memandang pangkat dan jabatan.

Buku ini bercerita tentang peristiwa-peristiwa kemanusiaan di dunia pertambangan. Mengisahkan 100 cerita inspiratif putra-putri terbaik Indonesia yang bekerja di 67 lebih perusahaan besar maupun kecil yang dipilih secara acak. Setiap penulis menyumbang 5-7 halaman, dengan total 712 halaman.  Selain Alwahono dan Eko, dua editor lain yang terlibat dalam penulisan buku tersebut Nur Iskandar dan Alexander Mering.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Ir Maman Abdurahman turut menanggapi, membaca buku 100 Anak Tambang Indonesia mengingatkan saat kuliah ilmu geologi cq perminyakan di Universitas Trisakti dulu.

“Ada banyak mitra saya yang sukses dan terpublikasi di dalam buku ini. Membaca kisah mereka ini menarik sekali, kita seperti studi kembali sambil menyelami praktik pertambangan yang baik yang sangat dibutuhkan bagi pembangunan tambang RI agar terus maju dan modern,” kata Maman.

Ia menegaskan bahwa generasi muda tambang Indonesia pantas menjadikan cerita yang tertuang di dalam buku ini sebagai bacaan wajib. (Wijatma)


share on: