Yogyapos.com (YOGYA) - Pemerintah Daerah DIY melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menggelar kegiatan Tatakelola Kolaborasi Ketahanan Ekonomi DIY Tahun 2026, di Nyore Coffee and Space, Kota Yogyakarta, Kamis (9/7/2026).
BACA JUGA: DPUPKP Sleman Selesaikan 14 Proyek Gorong-gorong, Total Anggaran Rp 1,4 Miliar
Kegiatan ini mengusung tema "Kolaborasi Pentahelix Mewujudkan Gowongan sebagai Sentra Kuliner dan Wisata untuk Penguatan Ketahanan Ekonomi Masyarakat dalam Mendukung P4GN (Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika) di DIY”. Menghadirkan tiga narasumber, antara lain Bambang Wiryanto perwakilan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY, Gatot Sugiharto dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Jajang Sukendar selaku anggota Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY. Turut dihadiri Lurah Gowongan Tika Adriatiavita Wijayawati Pangarso dan undangan.
BACA JUGA: Budi Santosa Asrori Jabat Sekda Yogya, Hasto: Pak Budi Jangan Berada di Zona Nyaman
Kepala Bidang Ketahanan Sosial, Budaya, dan Ekonomi, Badan Kesbangpol DIY, Sih Utami mengatakan, pelaksanaan P4GN untuk ketahanan ekonomi di DIY dapat direalisasikan melalui sejumlah langkah dan kolaborasi strategis, salah satunya melalui kegiatan ini. Mengingat mobilisasi pendatang dan pelancong sangat banyak.
BACA JUGA: Warga Sleman Serahkan Dua Owa Dilindungi ke BKSDA Yogyakarta
"Wilayah Gowongan sebagai sentra kuliner dan wisata, banyak pendatang dan wisatawan, sehingga diharapkan kita bisa menangkal dampak dan bahaya narkotika,"ujar Sih Utami saat membuka acara.
Untuk mewujudkan hal itu, ungkap Utami, dibutuhkan kolaborasi pentahelix, baik pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media.
BACA JUGA: Kerjasama Indonesia-India Garap Restorasi 224 Candi Perwara di Prambanan
Lurah Gowongan Tika Adriatiavita Wijayawati Pangarso mengajak mengajak semua pihak untuk bersama-sama dalam memberantas narkotika. Disebutkan penyalahgunaan narkoba berdampak sangat buruk bukan hanya dari segi kesehatan, namun juga berdampak sangat buruk dari segi perekonomian. Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. (Opo)
