MEMPERINGATI Hari Kartini, Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta dan para pecinta batik yang tergabung dalam Komunitas Sekar Jagad Yogyakarta menggelar kegiatan yang istimewa di Pringgitan Pendhapa Agung Ambarrukmo, Kamis (21/4/2022).
Mengenakan busana rancangan dari designer Philip Iswardono, Lia Mustafa dan Iffah M Dewi, para wanita ini bergaya dengan anggun layaknya peragawati profesional. Selain itu, kegiatan juga dimeriahkan dengan pembacaan Puisi Kartini, Karawitan, Pentas Tari dan Spontanitas Seni. Pada kesempatan tersebut juga diadakan taushiyah Ramadhan dengan menghadirkan ustadzah Hj RSitoresmi Prabuningrat.
Salah seorang Pengurus Komunitas Sekar Jagad Yogyakarta Ny Indri Dwi Rina Sari SE mengungkapkan, peragaan busana batik oleh para sosialita ini merupakan kegiatan rutin tahunan. Kegiatan tersebut selain dilakukan untuk memperingati Hari Kartini juag dimaksudkan sebagai ajang sosialiasi agar masyarakat selalu mencintai batik sebagai warisan tak benda yang telah diakui dunia.
“Cara seperti ini merupakan cara strategis yang akan terus kita selenggarakan, agar masyarakat dapat mengingat perjuangan Kartini sekaligus mencintai batik, sebagai warisan nenek moyang,” ujar Indri kepada wartawan, beberapa saat usai acara.

Hj RA Sitoresmi Prabuningrat || YP-Sulistyawan Ds
Selanjutnya dikatakan, selain peragaan busana pada kesempatan lain Sekar Jagad juga menyelenggarakan kegiatan Lelang Kain Batik, Pameran Batik serta Workshop Batik. Dari sejumlah kegiatan tersebut sebagian dana yang diperoleh dikembalikan lagi ke masyarakat sebagai dana pemberdayaan para perajin batik serta UMKM di bidang batik.
“Kami melihat banyak sekali perajin batik yang perlu ditingkatkan derajatnya. Melalui cara ini komunitas kami melakukannya, sehingga para perajain batik terangkat derajatnya dan kehidupan ekonominya meningkat,” ujar Indri.
Sementara itu, General Manager Royal Ambarrukmo Herman Corbuis mengatakan bahwa peringatan Hari Kartini mengandung makna yang sangat dalam. Sebab, lewat perjuangan emansipasi dari Kartini maka kaum wanita Indonesia dapat terangkat harkat dan martabat. Menurutnya, semangat ini perlu terus didorong agar bangsa Indonesia dapat tumbuh menjadi bangsa yang maju.
“Untuk itu,kami disini selalu memberikan dukungan terhadap kegiatan seperti ini,” ujar Herman yang disambut dengan tepuk tangan para tamu.
Pada sisi lain, ustadzah Hj RA Sitoresmi Prabuningrat juga menggaris bawahi bahwa perjuangan yang dilakukan oleh Kartini harus mampu diteladani oleh ummat Islam khususnya kaum muslimah. Sebab, kaum wanita adalah tiang negara sehingga peran kaum muslimah sangat penting, bukan hanya dalam pembangunan budaya tetapi juga dalam bidang pembangunan agama.

Sosialita || YP-Sulistyawan Ds
“Selama ini peran Kartini dalam bidang agama kurang terpublikasi secara luas. Padahal, Kartini merupakan wanita pertama yang memperjuangkan pemikiran dan kesadaran beragama pada kaum wanita di jamannya,” ujar Sitoresmi.
Ditegaskan Sitoresmi, sosok Kartini merupakan gambaran seorang wanita yang tak pernah berhenti belajar ilmu apapun, termasuk ilmu agama. Pada kesempatan tersebut, Sito mengulas sisi kehidupan religius Kartini terutama semangat belajar agama pada Kyai Sholeh Darat. Untuk itu, Sito berpesan, wanita Indonesia juga harus meniru Kartini yang tak pernah puas dalam belajar ilmu agama, serta merenungkan ajaran-ajaran agama yang diterimanya, untuk kemudian di praktekkan dalam kehidupan pribadi, keluarga dan lingkungannya. (Sulistyawan Ds)
