Perpustakaan Nasional Kaji Kegemaran Membaca Masyarakat Bantul

share on:
Pengunjung mengisi kuisioner online || YP-Mufti

Yogyapos.com (BANTUL) - Mewujudkan budaya membaca merupakan amanah Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Karena itulah, dalam rangka memberikan kontribusi terhadap pengembangan perpustakaan umum dan gerakan gemar membaca di Indonesia, Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI melaksanakan survei ‘Kajian Kegemaran Membaca’ masyarakat. Salah satunya di wilayah Kabupaten Bantul.

Menurut surveyor Perpusnas, Vidya Andalita, melalui pesan WhatsApp-nya, Senin (10/8/2020), kegiatan survei digelar pada 34 provinsi di 102 kabupaten/kota. Tujuan utamanya menginventarisasi sekaligus mengidentifikasi kondisi perpustakaan umum. Di samping itu, untuk mengetahui pula seberapa jauh tingkat gemar membaca masyarakat di daerah.

“Target sasaran kami adalah pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum di lingkungan perpustakaan daerah hingga perpustakaan desa. Sedangkan sasaran inventarisasi perpustakaannya meliputi: institusi perpustakaan umum provinsi, kabupaten/kota, perpustakaan desa,” tuturnya menanggapi konfirmasi yogyapos.com.

Vidya mengungkapkan, setiap tahun Perpusnas rutin melakukan survei semacam ini. Khusus tahun 2020 pelaksanaannya online, mengingat situasi pandemi Covid-19.  Namun jika kondisi memungkinkan, akan diteruskan dengan survei lapangan awal September mendatang. Secara teknis, pihaknya membagikan link kuisioner online yang bisa diisi responden melalui ponsel, laptop, atau komputer.

“Targetnya per provinsi 300 orang responden, atau per kabupaten/kota sebanyak 100 orang responden. Sementara, kuisioner inventarisasi perpustakaan masing-masing diisi oleh pustakawan/pejabat perpustakaan kabupaten/kota dan pengelola perpustakaan desa. Tinggal klik saja link-nya, nanti muncul form yang harus diisi,” jelas Vidya.

Kepala Bidang Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Bantul, Bambang Agus Subekti SKM MPH, membenarkan adanya survei dari Perpusnas. Ia mengutarakan bahwa pengisian kuisioner sudah berjalan sejak akhir Juli lalu, baik di Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Bantul maupun di Perpustakaan Desa (Perpusdes) yang ditunjuk. Sebelumnya, dirinya telah berkoordinasi dengan Dinas Perpustakaan Provinsi sehubungan survei di wilayah DIY melibatkan 3 kabupaten/kota.

“Survei melibatkan 3 kabupaten/kota di DIY (Bantul, Gunungkidul, Kota Yogyakarta). Di Bantul sendiri, kami menunjuk 3 Perpusdes yaitu Perpusdes Dlingo (Kecamatan Dlingo), Trimurti (Srandakan), dan Mulyodadi (Bambanglipuro),” kata Bambang.

Pria yang sering disapa Pak Bas ini memaparkan, Perpusda Bantul mendapat porsi sebanyak 40 orang responden. Untuk Perpusdes masing-masing 20 orang, jadi ada 60 responden dari 3 desa sehingga totalnya se-kabupaten menjadi 100 orang. Kemudian pengelola Perpusda dan Perpusdes mengisi kuisioner inventarisasi dan identifikasi kelembagaan perpustakaan tersendiri sesuai petunjuk Perpusnas.

“Kami telah membagikan link-nya ke masing-masing pengelola Perpusdes. Saat ini proses pengisian kuisioner oleh pemustaka masih terus berlangsung sampai mencapai target. Dan kami menunggu update informasi lebih lanjut terkait survei,” ujar Pak Bas.

Dia menyampaikan pula, selain survei kegemaran membaca, Perpusnas juga tengah mendata ulang mitra program Transformasi Layanan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Dalam program tersebut, Perpusda dan Perpusdes yang pernah memperoleh paket bantuan komputer dan/atau buku beserta rak, diminta melakukan registerasi ulang 2 orang person in charge (PIC). Selanjutnya mendokumentasikan kegiatan perpustakaan melalui link dokumentasi online yang sudah diberikan.

“Di Bantul, ada 7 Perpusdes sudah mendapatkan bantuan, baik waktu bermitra dengan PerpuSeru ataupun mitra Perpusnas tahun 2019. Ketujuh perpustakaan itu ialah Perpusdes Dlingo (Dlingo), Wukirsari (Imogiri), Guwosari (Pajangan), Argosari (Sedayu), Mulyodadi (Bambanglipuro), Potorono (Banguntapan), dan Bangunjiwo (Kasihan),” sebut Pak Bas. (Muf)

 

 

 

 


share on: