Petani Bawang Merah Nawungan Panen Raya Walau Terkendala Irigasi dan Pupuk Kandang

share on:
Bupati Drs H Suharsono janji menyumbang 10 ekor sapi untuk menambah produksi pupuk kandang memenuhi kebuthan petani bawang merah Nawungan || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Meski kini panen, namun usaha para petani bawang merah di kawasan (lahan) budidaya bawang merah semi organik Nawungan Selopamioro Imogiri Kabupaten Bantul, masih kekurangan ketersediaan air irigasi dan pupuk kandang.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Kelompok Tani Lestari Mulyo, Wawungan Imogiri, Juhari dalam laporannya saat panen raya bawang merah bersama Pemkab dan DPRD Bantul serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, di Nawungan Bantul, Jumat (4/4/2020).

Menurut Juhari, hingga kini untuk memenuhi kebutuhan pupuk, para petani masih mendatangkan atau mencari ke luar Bantul. Satu diantaranya ke Gunungkidul. Ini akibat dari jumlah ternak sapi relatif masih sedikit. Oleh karenanya para petani membutuhkan permodalan  ataupun gaduhan sapi untuk dipelihara serta memenuhi kebutuhan pupuk.

Tentang irigasi, petani  membutuhkan adanya sumur bor atau pompa air untuk mengairi lahan bawang merahnya. Selama ini, irigasi mempergunakan embung yang airnya didatangkan dari sumur warga ataupun membeli dari luar.

"Lahan  bawang merah di Nawungan luasnya sekitar 93 hektare. Hasil penennya kali ini 13 ton per hektare dengan harga jual Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per kg,” jelas Juhari.

Sementara itu, Bupati Bantul Drs H Suharsono dalam sambutannya mengatakan, pihaknya menyambut positif dan merasa senang dengan adanya panen kali ini. Diharapkan budidaya bawang merah ini semakin berkembang.

"Terkait adanya kendala kebutuhan pupuk kandang, nantinya akan diadakan semacam program gaduh sapi dari Pemkab Bantul. Selain itu saya pribadi akan membantu kambing 10 ekor. Apabila perlu juga akan dicari solusi tentang ketersediaan irigasi atau sumur bur,” janji Suharsono.

Pada kesempatan sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Sifi Arifah menyebutkan, secara umum kendala yang dihadapi para petani bawang merah adalah harga hasil panennya di saat panen rendah. Maka perlu diatasi dengan adanya pasar lelang. Apabila perlu hasil panen dibeli oleh pemerintah.

Sedangkan BPD DIY Cabang Bantul juga menyerahkan rekening untuk kemudahan pembayaran bawang merah non tunai antara petani dengan konsumen kepada Bupati Bantul. Kemudian Bupati melanjutkannya menyerahkan kepada Ketua Kelompok Tani, Mujari.

Berdasarkan catatan yogyapos.com, lahan bawang merah Nawungan  diobsesikan dan didorong untuk dijadikan sebagai obyek wisata agrobisnis oleh kalangan DPR  (Komisi B), Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP), Dinas Perdagangan dan perbankan serta masyarakat setempat.

Hadir pada panen raya ini Ketua dan para anggota Komisi B DPRD Bantul yaitu Wildan Nafis, Aryunadi, Heru Sudibyo, Arif Haryanto, Sri Juni Astuti, Saryanto, Edi Prabowo, Jumirin dan Mahmudin. Hadir pula Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Wibowo, Kepala DPPKP Bantul Yus Warseno dan juga Camat Imogiri Sri Khayatun. (Supardi)

 


share on: