Yogyapos.com (BANTUL) - Program pemberian bantuan sosial bagi warga terdampak Covid-19 belum merata, disebabkan data yang tumpang tindih dan tidak lengkap. Kondisi demikian bisa menimbulkan kerawanan dan konflik.
Sebab itulah anggota DPRD Bantul dari Fraksi Gerindra, Petrus Lanjar Wijiyono akan mendesak Pemkab melakukan evaluasi dan evolusi data penerima bantuan. “Ya perlu evolusi data agar nantinya pembagian berbagai dana bantuan sosial (bansos) termasuk BLT bisa tepat sasaran kepada yang berhak menerimanya,” tegasnya saat menjawab pertanyaan masyarakat dalam forum reses, di rumahnya Grujugan Bantul, Senin (12/10/2020) sore.
Lanjar mengungkapkan, data tentang nama para penerima BLT tahun 2020 adalah data dari Pemerintah Pusat dan merupakan data lama yang sudah tidak valid. Akibatnya banyak warga yang seharusnya tidak masuk dalam data penerima karena sudah meninggal dan sudah mampu perekonomiannya masih masuk dalam data penerima.
"Intinya agar nantinya bantuan bisa tepat sasaran, maka solusinya harus dilakukan evaluasi data yang sudah ada disesuaikan dan uptudate. Ini akan saya kawal demi warga,” jelas Petrus Lanjar.
Menurutnya, faktor lain terjadinya ketidakmerataan dalam pendistribusian BLT faktor keserakahan. Banyak orang sudah mampu tapi belum rela jika tidak mendapatkan bantuan. Hal ini setidaknya sebagaimana disampaikan oleh beberapa pemuka kampung. “Masih banyak warga kurang mampu yang belum terdaftar sebagai penerima bantuan. Di sisi lain banyak juga warga yang terbilang mampu, tapi tetap didaftar sebagai penerima,” tukasnya.
Sementara itu, Watiningsih warga setempat, menharapkan adanya perhatian di bidang kesenian (jatilan) termasuk dalam adanya bantuan peralatan.
Menjawab itu, Lanjar menyatakan akan berupaya mengawalnya. “Kesenian penting juga, tentu akan saya kawal demi kemajuan,” janji Lanjar yang pada kesempatan reses kali ini juga menyempatkan membagi bantuan sembako kepada warga. (Supardi)
