Petrus Lanjar Wijiyono Bertekad Realisasi 8 Paket Infrastruktur pada 2023 dan 2024

share on:
Anggota DPDR Bantul dari Partai Gerindra Petrus Lanjar Wijiyono dihadapan peserta forum reses, Dusun Geblak, Bantul, Sabtu (4/2/2023) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) – Kepedulian terhadap konstituen khususnya dan masyarakat pada umumnya terus diimplementasikan dengan cara jaring aspirasi oleh Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Bantul, Petrus Lanjar Wijiyono SE MAP.

Hal itu nyata dapat dibuktikan melalui gelar reses yang berlangsung di rumahnya, Dusun Geblak, Bantul, Sabtu (4/2/2023). Acara dihadiri sekitar 200 peserta lelaki dan perempuan, tua dan muda.

Banyak hal yang dapat diserap melalui pertemuan tersebut, terutama kut aspirasi peserta yang pada umumnya mengusulkan dilakukan perbaikan atau pun pembangunan infrastruktur.

Petrus langsung meresponnya dengan tenang, bahwa dirinya memang sudah memiliki program pembangunan infrastruktur sebagaimana diusulkan warga di Padukuhan Geblak dan Tambalan Kalurahan Bantul.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-raspati-management-sambut-kebangkitan-rock-lewat-concertmotion-friday-im-in-rock-di-bandung-9606

“Jumlah program yang saya sediakan tahun 2023 ada empat paket infrastruktur. Pada tahun 2024 ada empat paket, setiap paketnya senilai Rp 100 juta hingga Rp 200 juta,” ungkap Petrus.

Menurutnya, kekurangan insfrastruktur memang merupakan masalah yang secara bersama-sama harus diatasi terus-menerus. Salah satunya menggunakan anggaran aspirasi dewan yang besarnya Rp 2,2 Miliar setiap tahun. 

“Usulan dewan jarang ditolak dinas. Usulan dari masyarakat ke Dinas seringkali kali ditolak kerena mengurangi anggaran dinas. Maka solusinya diatasi dengan menggunakan dana aspirasi dewan,” tambahnya.

Petrus mengungkapkan sarana prasarana di Bantul yang perlu diperbaiki yaitu jalan di Dusun Tambalan berupa pelebaraan. Diharapkan dapat direalisasikan pada tahun 2023-2024.

BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-anggota-fpdip-bantul-pramu-diananto-merespon-aspirasi-warga-dari-lpp-hingga-goronggorong-9615

Sementara itu beberapa peserta, diantaranya Gito mengusulkan sejumlah jalan agar disemen di bagian pinggir. Selain itu juga dibutuhkan talud sungai.

Peserta lain Supri menyampaikan aspirasinya agar di tahun 2024 dibangun jalan tembus di Grojogan.

Menanggapi aspirasi itu, Petrus Lanjar mengungkapkan akan mengupayakan untuk merealisasikan dan diusulkan menggunakan BKK. Bukan melalui padat karya karena dana padat karya hanya sekitar Rp 100 juta setiap paket. Jika melalui Bantuan Kesejahteraan Kemasyarakatan (BKK) besarnya Rp 200 juta setiap paket. Sehingga sebaiknya diusulkan saja melalui pemerintah kalurahan agar semakin cepat terealisasi.

Ada peserta lain yang mengusulkan bahwa pengerasan jalan agar dengan conblok ataucor blok dan bukan aspal karena corblok lebih awet ketimbang aspal. Usulan terakhir ini pun diinventarisir.

Di akhir acara, Petrus Lanjar mengimbau kepada peserta agar tetap menjaga kebersamaan dan gotong royong. Dan kegiatan reses itu pun usai, dipungkasi hiburan orgen tunggal. (Spd)

 


share on: